Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
POLITIK

Rizki Topananda: Kebijakan Sewa 72 Unit Mobil Listrik untuk Pejabat Pemkot Bekasi Tidak Urgen

×

Rizki Topananda: Kebijakan Sewa 72 Unit Mobil Listrik untuk Pejabat Pemkot Bekasi Tidak Urgen

Sebarkan artikel ini

METROBEKASI.CO.ID – Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Rizki Topananda, melontarkan kritik tajam terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang akan menyewa sebanyak 72 unit mobil listrik untuk keperluan operasional pejabat. Menurut Rizki, kebijakan tersebut dinilai tidak urgen atau mendesak untuk dilaksanakan pada saat ini.

Dalam pernyataannya, Rizki Topananda menekankan bahwa alokasi anggaran untuk sewa kendaraan operasional berbasis listrik tersebut seharusnya dapat dialihkan untuk program-program yang lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Example 300x600

“Di tengah kondisi seperti ini, kebijakan untuk menyewa 72 unit mobil listrik bagi pejabat Pemkot Bekasi sangat tidak urgen. Masih banyak prioritas lain yang lebih mendesak dan dibutuhkan oleh warga Kota Bekasi,” ujar Rizki.

BACA JUGA :  Jambore At-Taqwa 2025: Jejak Pramuka di Alam Terbuka, Lahirkan Santri Berkarakter Mulia

Politisi dari Komisi I, yang membidangi hukum dan pemerintahan, ini mempertanyakan skala prioritas Pemkot Bekasi dalam mengelola anggaran daerah. Ia berpendapat bahwa efisiensi anggaran harus menjadi perhatian utama, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

“Kami meminta Pemkot Bekasi untuk mengkaji ulang kebijakan ini. Seharusnya fokus anggaran lebih diarahkan pada sektor pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, atau pembangunan infrastruktur dasar yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas, bukan untuk fasilitas pejabat yang mewah,” tambahnya.

BACA JUGA :  Monitor Proyek Pengaspalan, Anggota DPRD Daryanto Pastikan Kualitas Pembangunan di Bekasijaya

Kritik ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak eksekutif untuk meninjau kembali rencana sewa mobil listrik tersebut dan lebih responsif terhadap aspirasi serta kebutuhan riil masyarakat Kota Bekasi. (adv)***