Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
NASIONALPERISTIWA

Darurat Bencana Aceh: Banjir dan Longsor Lumpuhkan Belasan Kabupaten, Ribuan Jiwa Mengungsi

×

Darurat Bencana Aceh: Banjir dan Longsor Lumpuhkan Belasan Kabupaten, Ribuan Jiwa Mengungsi

Sebarkan artikel ini
bencana aceh
istimewa*

METRO BEKASI – Provinsi Aceh saat ini tengah menghadapi bencana alam berskala luas, di mana hujan dengan intensitas tinggi sejak beberapa hari lalu menyebabkan banjir dan tanah longsor di setidaknya 16 kabupaten/kota. Gubernur Aceh telah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk memastikan penanganan optimal bagi puluhan ribu warga yang terdampak.

Detail Kejadian dan Area Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa bencana ini telah meluas ke berbagai daerah, termasuk Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Singkil.

Example 300x600

Di Kabupaten Aceh Tengah, seluruh akses jalur darat terputus total akibat banjir dan tanah longsor, menyebabkan daerah tersebut lumpuh. Situasi serupa terjadi di Aceh Singkil, di mana luapan Sungai Lae Cinendang merendam ribuan rumah di 8 kecamatan dan 43 desa.

BACA JUGA :  Dugaan Penggelapan Dana Instalasi Air Perumahan Ningrat Cikarang Selatan, Perumda Tirta Bhagasasi Bungkam

Laporan terkini dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBA menyebutkan bahwa ketinggian air di beberapa wilayah, seperti Gampong Pasie Mesjid dan Gampong Ateung Teupat di Aceh Barat, mulai naik ke badan jalan, dengan tinggi genangan di daerah lain mencapai 50-80 cm.

Korban dan Kerusakan

Data sementara per 27 November 2025, mencatat lebih dari 20.700 jiwa mengungsi, dan satu orang dilaporkan hilang terseret arus banjir. Jumlah total warga terdampak mencapai lebih dari 97 ribu jiwa.

BACA JUGA :  Grand Mall Tutup: Titik Balik Ritel Bekasi dan Skenario "Reinkarnasi" yang Belum Terungkap

Selain itu, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,3 juga mengguncang wilayah Sinabang di Simeulue, menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik seperti puskesmas dan masjid, serta melukai 12 warga, menambah kompleksitas situasi bencana di Aceh.

Upaya Penanganan

Pemerintah Aceh, melalui BPBA dan tim gabungan, terus berupaya melakukan evakuasi, pendataan, dan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak. Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan banjir yang menumpuk di sejumlah lokasi di Aceh Tenggara.

BACA JUGA :  58 Dapur MBG di Bekasi Belum Kantongi Sertifikat Higienis, Bocah Sudah Kantongi Obat dari IGD

Gubernur Aceh menekankan komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban selama masa tanggap darurat yang berlaku hingga 11 Desember 2025. Pihak berwenang mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan tinggi masih diperkirakan terjadi.

Untuk informasi terkini dan bantuan darurat, masyarakat dapat memantau perkembangan situasi melalui portal resmi Badan Penanggulangan Bencana Aceh.***