METROBEKASI.CO.ID – Berbagi kini tak lagi sebatas wacana seremonial atau menunggu nominal besar. Memangkas birokrasi kaku dalam penyaluran donasi publik, Baznas Kota Bekasi resmi menggandeng PDAM Tirta Patriot untuk membumikan gerakan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) langsung di tengah rutinitas harian pegawai dan masyarakat.
Kolaborasi ini tak sekadar menyasar tata kelola zakat formal BUMD, tetapi juga melahirkan aksi nyata yang aplikatif dan berdampak langsung di lapangan.
Inovasi Kotak Amal: Menghidupkan Gerakan “Rabu Bersedekah”
Gagasan segar muncul langsung dari pimpinan BUMD air minum tersebut. Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, mengusulkan hadirnya fasilitas fisik berupa kotak amal strategis di area operasional kantor guna memuluskan program “Rabu Bersedekah”.
“Kami ingin membangun kebiasaan, bukan paksaan. Kehadiran kotak amal di titik-titik pelayan publik ini jadi wadah konkret untuk mendukung gerakan ‘Rabu Bersedekah’. Pegawai maupun pelanggan yang sedang mengurus administrasi bisa langsung berpartisipasi tanpa batasan nominal. Hal kecil jika dilakukan konsisten, dampaknya akan luar biasa,” ujar Ali Imam Faryadi.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan taktis yang berhasil memangkas jarak antara niat baik masyarakat dengan realisasi penyaluran bantuan.
Baznas: Akuntabilitas dan Dampak Nyata Jadi Kunci
Menyambut baik terobosan tersebut, pihak Baznas Kota Bekasi menegaskan bahwa optimalisasi ZIS bukan lagi soal mengejar target angka semata, melainkan menjamin dana tersebut kembali ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, mulai dari pemberdayaan ekonomi warga hingga penanganan krisis sosial.
“Sinergi dengan PDAM Tirta Patriot ini adalah komitmen moral. Bagi kami, ukuran suksesnya bukan cuma seberapa besar dana yang terkumpul, tapi seberapa transparan dan tepat sasaran dana tersebut disalurkan. Gerakan ‘Rabu Bersedekah’ ini menjadi jembatan yang sangat efektif,” tegas Wakil Ketua Baznas Kota Bekasi, Nurcholiq.
Lewat perpaduan pendekatan partisipatif harian dan transparansi tata kelola, kolaborasi dua lembaga ini diharapkan mampu mengubah wajah pengelolaan zakat di Kota Bekasi menjadi lebih modern, inklusif, dan berdampak nyata.***










