Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
PENDIDIKAN & KESEHATAN

Semangat Kartini Hidup di TK Islam Al Fath: Pawai, Seni, dan Kebersamaan Lintas Jenjang

×

Semangat Kartini Hidup di TK Islam Al Fath: Pawai, Seni, dan Kebersamaan Lintas Jenjang

Sebarkan artikel ini
TK Islam Al Fath Bekasi
Siswa siswi TK Islam Al Fath Bekasi memperingati hari Kartini sebagai pendidikan karakter sejak usia dini, Selasa (21/4/2026).

METROBEKASI.CO.ID – Suasana penuh warna dan semangat emansipasi terasa kental di lingkungan Yayasan Al Fath saat TK Islam Al Fath menggelar peringatan Hari Kartini. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan siswa-siswi taman kanak-kanak, tetapi juga diikuti oleh para santri Pondok Pesantren Al Fath yang menempuh pendidikan di tingkat SMP dan SMK.

Peringatan tahun ini dikemas dalam rangkaian kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, kreativitas, dan nilai-nilai budaya. Salah satu agenda utama adalah pawai bersama di lingkungan sekitar yayasan. Para siswi tampil anggun mengenakan kebaya, sementara siswa laki-laki mengenakan beragam pakaian adat. Adapun para santri laki-laki dari ponpes mayoritas mengenakan busana muslim berupa baju koko dipadukan dengan kain sarung, menciptakan nuansa religius sekaligus kultural yang khas.

Example 300x600

Pawai berlangsung meriah dan menjadi simbol persatuan lintas usia dalam memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini. Setelah kegiatan tersebut, seluruh peserta kembali ke unit pendidikan masing-masing untuk melanjutkan rangkaian acara yang telah disiapkan.

BACA JUGA :  LSK Tata Boga Jadi Garda Depan SDM Dapur MBG Nasional

Di TK Islam Al Fath sendiri, kegiatan dilanjutkan dengan fashion show dan penampilan tari yang disambut dengan antusias oleh para siswa dan orang tua. Anak-anak tampil percaya diri, menunjukkan keberanian dan ekspresi diri sejak usia dini.

Salah satu siswi, Azkhana Nur Aulia, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan ini. “Senang sekali bisa ikut pawai sama kakak-kakak santri. Ini pertama kali aku ikut acara besar seperti ini,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Kepala TK Islam Al Fath, Imas Fauziah, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak. Menurutnya, Hari Kartini adalah momentum penting untuk menanamkan nilai keberanian, kemandirian, dan semangat belajar kepada generasi muda, khususnya perempuan.

BACA JUGA :  Grand Mall Tutup: Titik Balik Ritel Bekasi dan Skenario "Reinkarnasi" yang Belum Terungkap

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa perjuangan Kartini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita hari ini bisa terus belajar, berani bermimpi, dan menghargai peran perempuan dalam kehidupan,” ujar Imas.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan santri dari berbagai jenjang pendidikan menjadi nilai lebih dalam kegiatan ini. “Kebersamaan lintas usia ini memberi contoh nyata bahwa semangat persatuan dan saling menghargai bisa dimulai dari lingkungan pendidikan,” lanjutnya.

Hari Kartini sendiri diperingati setiap tanggal 21 April untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini, tokoh pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Melalui pemikiran dan surat-suratnya, Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang setara. Gagasan-gagasannya kemudian menjadi fondasi penting dalam perkembangan peran perempuan di Indonesia hingga saat ini.

BACA JUGA :  LSPN Desak Sanksi Tegas, Pejabat Dinas Pendidikan Bekasi Dinilai Ikut Bertanggung Jawab Atas Aksi Mangkir Massal Kepala Sekolah

Peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenakan kebaya atau pakaian adat, melainkan menjadi refleksi bersama tentang pentingnya kesetaraan, pendidikan, dan keberanian untuk membawa perubahan. Semangat itulah yang tampak hidup dalam kegiatan yang digelar TK Islam Al Fath, sebuah langkah kecil namun bermakna dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter dan berdaya.

Dengan kegiatan yang sederhana namun sarat makna, TK Islam Al Fath menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini dapat ditanamkan sejak dini, melalui cara yang menyenangkan, edukatif, dan membekas dalam ingatan anak-anak. (kal)