Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
JURNAL WARGASEPUTAR DAERAH

Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS

×

Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian, Ahmad Tasori, saat mengantarkan bantuan kursi roda ke rumah Zubaidah, Kamis (16/7) - foto dok

METROBEKASI.CO.ID – Bagi sebagian orang, dua tahun mungkin terasa berlalu begitu cepat. Namun bagi Zubaedah (56), kurun waktu tersebut adalah rangkaian hari panjang yang melelahkan. Sejak sepasang kakinya tak lagi mampu menopang tubuh akibat penyakit kronis yang dideritanya selama 15 tahun terakhir, dunia perempuan paruh baya ini langsung menyusut dan hanya sebatas hamparan kasur kapuk serta plafon kamarnya di RW 09, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Di dalam ruang sempit itu, ia hanya bisa memendam satu impian sederhana: ingin kembali melihat dunia luar dengan posisi tegak, bukan berbaring dalam kepasrahan. Harapan itu sebenarnya sempat melambung tinggi ketika seorang kerabat berbaik hati meminjamkan sebuah kursi roda. Sayang, asa tersebut layu sebelum berkembang. Alat bantu gerak itu terpaksa dikembalikan karena sang pemilik mendadak harus menggunakannya. Zubaedah pun terlempar kembali ke rutinitas lamanya, mendekap sepi dalam tatapan kosong.

Example 300x600

Namun takdir baik menjemputnya pada Kamis (16/7/2026). Air mata Zubaedah yang biasanya menetes karena menahan lara, hari itu tumpah menjadi aliran kebahagiaan. Sebuah kursi roda baru berkelir hitam mengkilap kini terparkir di ruang tamunya, menandai berakhirnya penantian panjang sang ibu.

BACA JUGA :  Seleksi Capim Baznas Masuk Tahap Uji Kompetensi, Kehadiran Pengurus Parpol Jadi Sorotan

Binar Mata yang Sempat Redup

Kehadiran Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian, Ahmad Tasori, yang mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumahnya, seketika mencairkan suasana. Zubaedah tak kuasa membendung tangis harunya. Dengan jemari yang gemetar menahan getar emosi, ia memeluk erat sandaran kursi roda barunya seolah takut kehilangan asa untuk kedua kalinya.

“Terima kasih… terima kasih banyak BAZNAS. Akhirnya saya bisa keluar, bisa lihat matahari lagi,” isak Zubaedah terbata-bata dengan suara parau yang sarat rasa syukur.

Bagi Zubaedah, sarana ini bukan sekadar alat bantu medis pengusir penat. Ini adalah tiket kebebasannya untuk kembali mereguk hangatnya mentari pagi, serta menyapa para tetangga yang selama bertahun-tahun ini suaranya hanya bisa ia dengar sayup-sayup dari balik dinding kamar.

BACA JUGA :  Warisan Utang Transpatriot Lunas, Tapi Transparansi PTMP Masih Jadi "Rapor Merah"?

Titik balik ini tercipta berkat kepekaan Iskandar, Ketua RW 09 Kelurahan Jatikramat. Begitu menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami salah satu warganya, Iskandar bergerak cepat tanpa menunda waktu. Ia segera menghimpun berkas administrasi dan mengajukan permohonan bantuan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi.

“Begitu saya memvalidasi kondisinya di lapangan, hari itu juga berkasnya saya urus. Alhamdulillah, birokrasi di BAZNAS Kota Bekasi sangat responsif dan tidak berbelit-belit. Tidak butuh waktu lama, permohonan kami langsung disetujui dan unitnya langsung dikirim hari ini,” ujar Iskandar dengan nada lega.

Layanan Aktif: BAZNAS Selalu Siap Sedia Stok Alat Kesehatan

Di lokasi yang sama, Ahmad Tasori menegaskan bahwa eksekusi cepat ini bisa terlaksana karena BAZNAS Kota Bekasi memiliki Program Bantuan Alat Kesehatan yang terstruktur. Program ini sengaja dirancang untuk merespons kasus-kasus darurat yang membutuhkan penanganan instan tanpa hambatan birokrasi.

Ia mengungkapkan bahwa institusinya selalu memastikan ketersediaan (ready stock) alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, hingga kasur dekubitus di gudang logistik mereka. Pola penyediaan stok ini sengaja diterapkan agar ketika ada laporan warga miskin yang sakit atau lumpuh masuk dan terverifikasi, bantuan bisa langsung diterjunkan tanpa perlu menunggu proses pengadaan yang memakan waktu lama.

BACA JUGA :  RW 06 Sumur Batu: Semangat Gotong Royong dan Edukasi Menyala Tiap Hari

“Kami berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam jerat keterbatasan ekonomi dan kedaruratan medis. Kami tidak ingin warga menunggu lama dalam penderitaannya. Melihat senyum murni dan air mata bahagia Bu Zubaedah hari ini adalah energi terbesar bagi kerja-kerja kemanusiaan kami,” ungkap Ahmad Tasori di sela-sela penyerahan bantuan.

Kini, lembaran baru dalam hidup Zubaedah resmi dimulai. Di atas kursi roda barunya, ia tidak hanya mendapatkan kembali kebebasan mobilitas fisiknya, tetapi juga merajut kembali martabat serta secercah harapan yang sempat redup di balik sunyinya kamar.***