Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
PERISTIWA

58 Dapur MBG di Bekasi Belum Kantongi Sertifikat Higienis, Bocah Sudah Kantongi Obat dari IGD

×

58 Dapur MBG di Bekasi Belum Kantongi Sertifikat Higienis, Bocah Sudah Kantongi Obat dari IGD

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi MBG

BEKASI SELATAN – Kota Bekasi ternyata punya 78 dapur umum alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu makan bergizi gratis (MBG), tapi ironisnya 58 di antaranya belum punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Artinya, lebih gampang bikin nasi kotak ketimbang bikin surat izin. Sehingga jangan heran jika ada kejadian mengejutkan seperti hari ini 6 siswa SDN di Bekasi Barat, harus mendapatkan perawatan di rumah sakit usai menyantap MBG.

Example 300x600

“Meskipun belum punya sertifikat, SPPG tetap kita awasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, mengakui fakta getir ini seolah tetap menyakinkan publik.

BACA JUGA :  Hujan Seharian Sebabkan Banjir Meluas di Bekasi, Pasar Kecapi Pondokmelati Terendam

Masalahnya, pengawasan tanpa sertifikat itu ibarat polisi lalu lintas yang nyuruh pengendara pakai helm, tapi polisinya sendiri nggak punya SIM.

Awalnya, urusan sertifikat ini dipegang Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Tapi setelah ada arahan percepatan dari Kementerian Dalam Negeri, kewenangan pindah ke Dinas Kesehatan. Hasilnya? Tetap 0 dapur bersertifikat.

Jadi, yang dipercepat kayaknya bukan penertiban sertifikat, tapi kecepatan anak-anak lari ke kamar mandi.

Konsep SPPG keren di atas kertas ada ahli gizi, ada akuntan, ada standar kebersihan, bahkan pengolahan limbah diatur. Pokoknya terdengar seperti dapur hotel bintang lima. Sayangnya, di lapangan lebih mirip dapur kos-kosan: makanannya bisa asam duluan sebelum masuk perut.

BACA JUGA :  Polsek Jatiasih Diduga Lamban Berantas Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Warung Kelontong

Kenyataan pahitnya muncul hari ini (2/10/2025). Enam siswa SDN Kota Baru III, Bekasi Barat, sukses jadi “korban uji coba gratis” Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka harus dilarikan ke IGD RS Ananda setelah mengeluh sakit perut dan muntah-muntah.

Menunya? Makaroni, pasta, jagung, plus semangka.

  • Di atas kertas: sehat.
  • Di perut bocah: meledak.

Guru penanggung jawab MBG bahkan mengaku sempat mencicipi dan menemukan rasanya “agak asam.” Ia sudah wanti-wanti ke siswa, tapi namanya juga anak-anak: penasaran dulu, menyesal belakangan.

BACA JUGA :  LMK PAPPRI Gelar Workshop AI & Sertifikasi Musik, Pesertanya Musisi Senior hingga Penyanyi Populer

Program MBG sejatinya bertujuan mulia, bikin anak-anak Bekasi tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Tapi tanpa sertifikat higienis, malah rawan menghasilkan generasi “tahan bakteri”.

Bekasi mungkin akan melahirkan rekor baru anak SD pertama yang punya antibodi level Avenger karena tiap minggu dihadapkan pada menu kejutan bakteri.

Mungkin sudah waktunya slogan MBG diubah. Dari “Makan Bergizi Gratis” menjadi: “Makan Bakteri Gratis: Dijamin Cepat Kenyang, Lebih Cepat ke IGD.”.***