Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITANPERISTIWA

Turap Rp4,6 Miliar di Jembatan Nol Ambrol Usai Diserahterimakan: Pemerintah Salahkan Cuaca, Aktivis Salahkan Logika

×

Turap Rp4,6 Miliar di Jembatan Nol Ambrol Usai Diserahterimakan: Pemerintah Salahkan Cuaca, Aktivis Salahkan Logika

Sebarkan artikel ini
Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Bekasi
Kondisi turap penahan tanah di jembatan nol, Rawalumbu yang ambrol. Pemerintah salahkan cuaca extrem - foto Mahendra

METROBEKASI.CO.ID — Turap atau tembok penahan tanah pada proyek peningkatan Jembatan Nol, Rawalumbu, yang menelan anggaran Rp4,625 miliar ambrol hanya beberapa hari setelah proses serah terima. Betonnya ambruk, anggarannya utuh, dan yang paling cepat berdiri tegak justru alasan.

Insiden yang terjadi pada Sabtu (6/12/2025) ini langsung memancing komentar pedas dari publik dan aktivis. Banyak pihak menduga pekerjaan dilakukan ala kadarnya yang penting jadi dulu, kualitas urusan nanti.

Example 300x600

Warga makin gelisah karena ambruknya turap ini muncul di tengah persiapan jelang Nataru, ketika curah hujan biasanya meningkat tajam.

BACA JUGA :  Pesta di Atas Tangisan Bencana Sumatera": Pemkot Bekasi Dikecam Warga Karena Ngotot Gelar "Pestapora"

Kerusakan yang terjadi bukan retakan kecil yang bisa ditambal tambal sulam. Turap jebol sepanjang 35 hingga 50 meter.

Dari penjelasan di lapangan, penyebabnya disebutkan karena aliran crossing sungai yang “overload” istilah halus untuk mengatakan air hilang kesabaran lalu menghantam dinding yang tak cukup kuat menangkalnya.

Mengikuti pola klasik bencana infrastruktur nasional, pihak pemerintah langsung menuding “cuaca ekstrem”.
Bukan desain.
Bukan konstruksi.
Bukan pengawasan.
Cuaca.

Meski proyek sudah diserahterimakan ke Dinas Bina Marga Kota Bekasi, kontraktor pelaksana, CV Arahji Business, mengklaim tetap bertanggung jawab sepenuhnya.

BACA JUGA :  Hujan Deras Terjang Rumah Warga, Separuh Bangunan Ambruk

“Kami berupaya paling lambat 11 hari sudah dapat menyelesaikan perbaikan ini,” ujar Zainal, pengawas proyek. Janji cepat, setelah jebol cepat. Ironi yang simetris.

Di sisi lain, sejumlah aktivis menilai insiden ini tidak cukup dijawab dengan perbaikan fisik. Mereka mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pelaksana proyek.

“Kalau setiap tembok ambruk disalahkan ke cuaca, lama-lama cuaca bisa lapor balik karena difitnah,” sindir salah satu aktivis dengan nada tajam.

Kepala Bidang Bina Marga, Subrin, menegaskan bahwa kejadian ini sepenuhnya akibat cuaca ekstrem. Ia juga memastikan bahwa perbaikan tidak membebani anggaran daerah karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.

BACA JUGA :  Perkuat Kamtibmas, Kapolsek Medan Satria Sambangi Ketua FORKKABI di Pondok Ungu

Pemerintah Kota Bekasi tampak kompak dengan narasi yang sama. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan pihak ketiga siap melakukan perbaikan total terhadap struktur turap yang patah.

“Perbaikan akan segera dilaksanakan dan pihak ketiga siap bertanggung jawab membangun kembali bagian yang terdampak,” tegas Tri saat melakukan tinjauan ke lokasi Senin kemarin.

Tri juga menambahkan bahwa peningkatan infrastruktur di kawasan Jembatan Nol merupakan program strategis untuk mengurangi risiko banjir dan meningkatkan keamanan akses jalan.***