METROBEKASI.CO.ID – Insiden tergulingnya truk sampah milik Pemerintah Kota Bekasi di ruas protokol Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Mall Pakuwon pada Jumat (2/1/2026), menjadi potret buram manajemen armada kebersihan daerah. Peristiwa yang menutup urat nadi transportasi Bekasi Selatan ini memicu kritik tajam mengenai kelayakan kendaraan operasional yang saban hari melintasi jalan raya.
Meski tumpahan sampah menimbulkan bau menyengat dan kemacetan panjang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bergegas menampik adanya masalah pada teknis kendaraan. Kepala UPTD Lingkungan Hidup Bekasi Utara, Dadin, berdalih bahwa peristiwa tersebut hanyalah kecelakaan tunggal akibat manuver mendadak.
“Murni kecelakaan tunggal. Sopir mengerem mendadak demi menghindari pengendara motor yang menyalip dari kiri, hingga kehilangan keseimbangan,” klaim Dadin saat dikonfirmasi Metro Bekasi.
Namun, pembelaan pemerintah yang menyebut armada tersebut “layak jalan” berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Tergulingnya truk hanya karena pengereman mendadak justru memperkuat indikasi adanya masalah pada sistem kestabilan, beban muatan yang melebihi kapasitas (overload), atau kondisi ban yang sudah tidak mumpuni serta kemampuan mengemudi yang lemah dari sang sopir.
Sementara itu, dalih “menghindari motor” seringkali menjadi tameng untuk menutupi minimnya peremajaan alat angkut sampah yang sudah berusia tua.
Walau dipastikan tidak ada korban jiwa dan sopir hanya mengalami luka ringan, kerugian justru ditanggung oleh warga dan pengguna jalan. Ceceran limbah domestik yang berserakan di pusat kota bukan sekadar gangguan estetika, melainkan cerminan risiko besar yang mengintai keselamatan publik akibat pengoperasian truk-truk tua di jalan protokol.
Meski proses evakuasi selesai dilakukan oleh petugas gabungan, publik tetap mendesak DLH Kota Bekasi untuk melakukan audit transparan terhadap seluruh unit kendaraan. Bekasi tidak butuh sekadar klarifikasi, melainkan pembenahan nyata pada armada agar jalan raya tidak berubah menjadi tempat pembuangan sampah darurat akibat kecelakaan yang terus berulang.***










