Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

Tri Adhianto Resmikan Trans Beken, Bekasi Mulai Uji Nyali Transportasi Publik

×

Tri Adhianto Resmikan Trans Beken, Bekasi Mulai Uji Nyali Transportasi Publik

Sebarkan artikel ini
Trans Beken melayani lintasan pulang-pergi sepanjang 30,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit, didukung 9 armada bus (8 operasional dan 1 cadangan), melayani 47 titik henti, serta beroperasi setiap hari pukul 05.00–21.00 WIB

METROBEKASI.CO.ID — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan operasional Trans Bekasi Keren (Trans Beken), layanan angkutan umum massal lintas Terminal Bekasi–Harapan Indah, sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berpihak pada kenyamanan warga.

Trans Beken melayani lintasan pulang-pergi sepanjang 30,1 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 5 menit. Pada tahap awal, layanan ini didukung sembilan armada bus delapan unit operasional dan satu unit cadangan yang melayani 47 titik henti dengan jam operasional setiap hari pukul 05.00–21.00 WIB. Sebagai bagian dari masa sosialisasi, layanan Trans Beken digratiskan untuk masyarakat.

Example 300x600

“Ini bukan hal yang benar-benar baru. Jalur ini sudah lama diinisiasi. Hari ini kami hadirkan kembali dengan konsep yang lebih matang dan pelayanan yang lebih baik,” ujar Tri Adhianto.

BACA JUGA :  Wakil Ketua Komisi IV Kecam Rapat Kerja K3S ke Luar Kota Tanpa Izin, Wildan Faturrahman: Harus Ada Sanksi

Menurut Tri, keberadaan transportasi publik yang tertata merupakan indikator kemajuan sebuah kota. Karena itu, pembenahan sektor transportasi ditempatkan sebagai agenda strategis pembangunan Kota Bekasi.

“Kota besar diukur dari sistem transportasi publiknya. Jika mobilitas warganya tertata, maka produktivitas dan kualitas hidup ikut meningkat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pengembangan transportasi publik telah menjadi perhatian utama sejak dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota dan kini dikunci sebagai bagian penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Tujuan akhirnya sederhana: masyarakat nyaman, mobilitas lancar, dan kesejahteraan meningkat. Transportasi publik adalah fondasi,” jelas Tri.

Dalam pengoperasian Trans Beken, Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kerja sama antara PT Sinar Jaya dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi dinilai sebagai bagian dari upaya menyiapkan sistem transportasi masa depan yang memiliki nilai tambah dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  BAZNAS Hadirkan Fasilitas Vital: Ratusan Siswa SDN Telajung 01 Kini Nikmati Kamar Mandi Baru

“Yang kami bangun bukan hanya bus yang berjalan, tapi sistem yang harus terus tumbuh, memiliki nilai ekonomi dan sosial, serta tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Tri menambahkan, tantangan tersebut menjadi semakin relevan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada akhir November 2026, di mana Kota Bekasi menjadi salah satu tuan rumah.

Trans Beken juga dirancang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, seperti Trans Bekasi Patriot, Trans Wibawa Mukti, Transjabodetabek, LRT, dan KRL. Integrasi ini diharapkan membentuk ekosistem transportasi yang saling terhubung dan berkelanjutan.

Tri mengakui peran ojek online dalam membantu mobilitas masyarakat, namun menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintah adalah menghadirkan sistem angkutan umum massal yang terencana dan berjangka panjang.

BACA JUGA :  Kabar Gembira dari Parlemen: Ahmadi Madong Pastikan Insentif RT/RW Naik dan Anggaran Rp100 Juta Siap Cair!

“Ojek online membantu mobilitas harian. Tetapi pemerintah harus menyiapkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, Stasiun Bekasi akan didorong menjadi simpul transportasi jarak jauh dengan volume penumpang yang lebih besar dan konektivitas antarmoda yang semakin luas.

Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Tri juga mengungkap rencana pengembangan moda transportasi alternatif di Kota Bekasi, termasuk transportasi berbasis kabel.

“Ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari perencanaan jangka panjang agar mobilitas warga Kota Bekasi semakin modern dan efisien,” pungkasnya.

Melalui Trans Beken, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya: transportasi publik bukan lagi pelengkap, melainkan fondasi utama pembangunan kota. Uji sesungguhnya kini bukan pada seremoni peluncuran, tetapi pada konsistensi kebijakan dan keberlanjutan operasional di lapangan.***