Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
PEMERINTAHAN

Tersandera OTT KPK, Akankah Pemisahan Aset Tirta Bhagasasi Berakhir “Zonk” di Penghujung 2025?

×

Tersandera OTT KPK, Akankah Pemisahan Aset Tirta Bhagasasi Berakhir “Zonk” di Penghujung 2025?

Sebarkan artikel ini
bupati bekasi
Ade Kuswara Kunang Bupati Bekasi bersama bapaknya HM Kunang jadi tersangka korupsi Ijo Proyek, foto saat dihadirkan bersama Sarjan pengusaha pemberi ijon dalam konfrensi pers KPK, Sabtu (20/12) - foto doc

METROBEKASI.CO.ID – Ambisi Pemerintah Kota Bekasi untuk menuntaskan akuisisi aset Perumda Tirta Bhagasasi ke Perumda Tirta Patriot kini tengah diuji oleh badai politik. Meski Bupati Kabupaten Bekasi baru saja terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Kamis (18/12/2025), Wali Kota Bekasi tetap bersikukuh agar proses transisi aset ini rampung sebelum kalender berganti.

Langkah ini terkesan dipaksakan di tengah kegaduhan birokrasi tetangganya. Namun, Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa urusan hak dasar warga atas air minum tidak boleh terhenti hanya karena satu figur pimpinan terseret kasus korupsi.

Example 300x600

Dikejar “Dosa” Administrasi BPK

Ketegasan Wali Kota Bekasi bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa pemisahan aset ini bukan sekadar kesepakatan politik di atas meja, melainkan mandat keras dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BACA JUGA :  Warkop Plesit Kincup: Surga Nongkrong 24 Jam dengan PS3, WiFi, dan Alunan Gitar di Gang Haji Tekel

“Ini sudah menjadi amanat pemeriksa keuangan yang mewajibkan peralihan segera diselesaikan, paling lambat akhir Desember,” tegasnya, Senin (22/12/2025).

Target tersebut kini menyisakan waktu kurang dari sepuluh hari. Jika gagal, kedua pemerintah daerah terancam rapor merah dalam tata kelola keuangan negara karena dianggap mengabaikan rekomendasi BPK yang sudah menahun.

Sistem vs Figur: Ujian bagi Plt Bupati

Krisis kepemimpinan di Kabupaten Bekasi yang kini dikendalikan oleh Wakil Bupati selaku Pelaksana Tugas (Plt) dianggap bukan alasan untuk mangkir. Bagi Pemkot Bekasi, birokrasi harus tetap berputar di tengah guncangan hukum yang menjerat sang bupati.

BACA JUGA :  Kabupaten Bekasi Bakal Punya Pusat Industri Alat Pertanian Modern

“Pemerintahan tidak bergantung pada satu sosok, melainkan pada sistem yang harus terus berjalan,” imbuh Wali Kota.

Namun, publik tetap skeptis. Apakah Plh Bupati memiliki “keberanian politis” yang cukup untuk menandatangani pelimpahan aset strategis di saat fokus daerah sedang terpecah akibat kasus ijon proyek tersebut?

Di satu sisi, penyelesaian administratif ini krusial demi memberikan kepastian layanan distribusi air bagi masyarakat. Tanpa penyerahan aset yang jelas, Perumda Tirta Patriot akan terus terhambat dalam mengembangkan jangkauan pipanisasi karena terkendala status kepemilikan instalasi.***

BACA JUGA :  LPJ Dana Rp 100 Juta Diujung Waktu: Soal Bank Sampah, Wali Kota Bekasi Malah Plin Plan