Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
PERISTIWA

Tangis Emak-emak Pecah di Puri Asih Sejahtera: Eksekusi Tetap Berlanjut

×

Tangis Emak-emak Pecah di Puri Asih Sejahtera: Eksekusi Tetap Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Puri Asih Sejahtera
Seorang Nenek duduk tak berdaya sambil meneteskan air mata menyaksikan aparatur gabungan yang mengeksekusi bangunan rumah-rumah warga Puri Asih Sejahtera, Rabu (7/1/2026).

METROBEKASI.CO.ID – Suasana pagi di Perumahan Puri Asih Sejahtera, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, yang biasanya tenang, mendadak berubah mencekam pada Rabu (7/1/2026). Bukan karena bencana alam, melainkan karena kedatangan ratusan personel gabungan yang siap meruntuhkan dinding-dinding tempat tinggal warga.

Isak tangis histeris para ibu yang sudah lanjut usia (lansia) memecah kesunyian. Mereka, bersama para bapak sepuh yang rambutnya telah memutih, berdiri di baris terdepan. Dengan sisa tenaga yang ada, mereka mencoba membendung pergerakan ratusan personel dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dishub. Namun, apa daya, tembok manusia yang terdiri dari tak lebih dari 100 warga sipil itu akhirnya jebol oleh pasukan eksekutor yang terorganisir dan terlatih.

Example 300x600

Nurani yang Tergilas Aturan

Pihak Pengadilan Negeri (PN) Bekasi dan PT Taman Puri Indah (TPI) selaku pemenang lelang tetap bersikukuh menjalankan tugasnya. Di bawah terik matahari, barang-barang milik warga diangkut satu per satu ke atas truk. Lemari tua, kasur tempat mereka melepas lelah, hingga perabotan penuh kenangan dipindahkan secara paksa.

BACA JUGA :  Budi Santoso Resmi Nakhodai LPM Arenjaya 2025-2030, Lurah Ajak Kolaborasi Bangun Wilayah

Ketua Paguyuban Warga Puri Asih, Hendro Wicaksono, sempat berupaya keras melakukan negosiasi di tengah ketegangan. Ia memohon agar eksekusi dibatalkan demi kemanusiaan, namun upaya itu membentur dinding keras. Aparat yang bertugas menyatakan bahwa mereka hanya menjalankan perintah hukum. Di titik ini, seolah tak ada celah bagi nurani untuk mengetuk pintu keadilan bagi rakyat kecil.

“Kami hanya ingin keadilan, tapi sepertinya hukum lebih memilih untuk memihak pada mereka yang kuat secara materi,” ujar salah seorang Nenek sambil menyeka air mata dan duduk dihadapan para eksekutor.

BACA JUGA :  29 Bus Patriot Dilelang, LINAP Angkat Suara: “Aset Publik Wajib Dikelola Terbuka”

Saksi Sejarah Angkat Bicara

Di tengah kemelut tersebut, muncul sosok Aris (70), mantan karyawan PT Puri Asih Sejahtera sekaligus saksi kunci sejarah lahan tersebut. Dengan suara bergetar, Aris membeberkan adanya dugaan kekeliruan fatal dalam putusan PN Bekasi yang memenangkan PT Taman Puri Indah.

Sebagai orang yang mengetahui persis seluk-beluk kepemilikan lahan sejak awal, Aris merasa keputusan lelang tersebut cacat hukum secara substansi. “Saya tahu persis bagaimana sejarah tanah ini. Ada kekeliruan besar dalam proses ini. Mengapa PN Bekasi menutup mata terhadap fakta-fakta yang ada?” tegasnya.

BACA JUGA :  Siswa TK Islam Al Fath Antusias Ikuti Lomba Mewarnai dan MTQ di SDIT Al Hambra Bekasi

Aris menyampaikan pesan mendalam kepada para pemangku kebijakan. Ia meminta Kapolres Metro Bekasi Kota, Kepala PN Bekasi, dan Wali Kota Bekasi untuk bertindak bijaksana dan melihat permasalahan ini secara obyektif.

“Jangan korbankan warga Puri Asih. Mereka ini orang-orang tua yang hanya ingin menghabiskan masa tua dengan tenang. Tolong, jangan lihat ini hanya dari atas kertas, lihatlah dengan hati nurani,” pungkas Aris dengan tatapan nanar melihat rumah-rumah rekannya dikosongkan.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengosongan lahan masih terus berlangsung di bawah pengawalan ketat. Warga yang kini kehilangan tempat bernaung hanya bisa terpaku, meratapi nasib di atas tanah yang mereka yakini adalah hak mereka.***