KOTA BEKASI — Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal isu jual beli jabatan di sejumlah daerah, termasuk Kota Bekasi, sempat bikin alis warga naik. Namun, alih-alih marah, Bang Roy dari Forum Masyarakat Cinta Kota Bekasi (FMCKB) memilih menanggapinya dengan kepala dingin.
Menurut Bang Roy, pernyataan sang menteri seharusnya dipahami sebagai wake-up call yang positif pengingat agar tata kelola pemerintahan daerah terus dijaga, bukan dijadikan bahan gosip politik warung kopi.
“Jangan keburu panas. Kalau niatnya memperbaiki birokrasi, ya kita sambut baik. Itu bentuk cinta juga kok, cuma disampaikan dengan gaya menteri,” ujarnya sambil tersenyum.
Bang Roy menilai rotasi pejabat eselon II yang baru dilakukan Pemerintah Kota Bekasi berjalan sesuai mekanisme dan belum menunjukkan tanda-tanda “aroma transaksi.”
“Sampai hari ini belum ada bukti hukum atau temuan resmi yang menunjukkan adanya praktik jual beli jabatan. Rotasi itu hal wajar masa iya pejabat mau di satu tempat sampai pensiun? Di Polri dan TNI aja rotasi itu keniscayaan,” katanya.
Ia menambahkan, selama rotasi dilakukan atas dasar kompetensi, kebutuhan organisasi, dan aturan hukum, hal itu justru mencerminkan komitmen Pemkot Bekasi menjaga birokrasi yang bersih dan profesional.
“Langkah rotasi ini bagian dari penyegaran. Pemerintah Kota Bekasi sedang menguatkan mesin pemerintahan agar kinerjanya makin prima. Kita lihat arah reformasi birokrasi yang sehat, bukan sebaliknya,” tambahnya.
FMCKB juga mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terbukti.
“Kritik boleh, tapi ya harus membangun. Jangan sampai opini liar malah memecah persatuan. Mari kita dukung Wali Kota Tri Adhianto dalam membangun pemerintahan yang jujur, terbuka, dan berpihak kepada rakyat,” seru Bang Roy.
Forum ini menegaskan, ke depan masyarakat dan kalangan akademisi akan tetap berperan sebagai pengawas sosial yang objektif dan konstruktif. Tujuannya satu: mewujudkan Bekasi yang lebih maju, bersih, dan berintegritas.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menanggapi santai tudingan tersebut. Dengan gaya khasnya yang jenaka namun tegas, Tri justru melempar pertanyaan balik kepada publik.
“Ada enggak suara di Kota Bekasi yang jual beli jabatan? Sekarang, lu merasakan enggak? Dengar enggak?” katanya kepada awak media di Stadion Patriot Chandrabhaga, Selasa (21/10/25).
Tri meminta masyarakat menilai sendiri fakta di lapangan.”Kalau saya yang ngomong, nanti dibilang promosi diri. Kan semua kecap ngaku nomor satu,” ujarnya.
Tri menegaskan, proses pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi dilakukan secara transparan melalui sistem open bidding untuk posisi eselon II dan direksi BUMD. Proses tersebut bahkan melibatkan asesmen dari Mabes Polri agar hasilnya objektif dan bebas intervensi.
“Jadi rasanya sih jauh dari itu (jual beli jabatan). Hari ini, betul-betul kita coba bangun sistem yang bersih,” tegasnya.
Tak hanya itu, Tri kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas pungutan liar (pungli). Ia bahkan memberi penawaran unik:
“Siapa pun yang kena pungli, laporkan. Saya ganti rugi dua kali lipat! Tapi oknum yang main pungli, siap-siap berhadapan dengan hukum.”
Dengan gaya khasnya yang ringan namun serius, Tri dan Forum Masyarakat Cinta Kota Bekasi seolah ingin menyampaikan satu pesan sederhana, jangan cepat menuduh, jangan mudah termakan isu tapi tetap kritis dan awas.
Karena membangun Bekasi bersih bukan cuma tugas wali kota, tapi juga tanggung jawab warganya.***










