metrobekasi.co.id — Anggota DPR RI Komisi V, H. Sudjatmiko, menyoroti biang keladi kemacetan di wilayah Kota Bekasi akibat enjamurnya ojek online (ojol) yang berhenti dan mangkal di bahu jalan berdampak pada badan jalan menjadi pangkalan dadakan tanpa izin.
Sorotan tersebut disampaikan Sudjatmiko saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa Kota Bekasi, Sabtu (13/12/2025). Ia pun menginisiasi gagasan pembangunan shelter atau pangkalan khusus ojek online di titik-titik rawan penumpukan kendaraan.
“Selama ini pangkalan ojek online tidak pernah benar-benar ada, tapi ojolnya ada di mana-mana. Akibatnya, badan jalan beralih fungsi jadi ruang tunggu. Ini yang menyebabkan kemacetan panjang,” ujar Sudjatmiko, lugas namun menyentil realitas di lapangan.
Menurutnya, keberadaan shelter ojol bukan sekadar urusan estetika kota, melainkan kebutuhan mendesak untuk menata lalu lintas dan memberi ruang yang manusiawi bagi para pengemudi ojek online. Dengan lokasi mangkal yang jelas, kendaraan ojol diharapkan tidak lagi berhenti sembarangan dan mempersempit ruas jalan.
Politikus yang juga menjabat sebagai Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi ini menegaskan bahwa inisiatif tersebut tidak berhenti sebagai wacana.
Program pembangunan shelter ojol akan dirancang melalui kebijakan DPR RI dan disinergikan dengan pemerintah daerah serta Kementerian Perhubungan.
“Kami dorong agar kebijakan ini masuk dalam program nasional. Targetnya mulai berjalan pada 2026 dan diimplementasikan melalui skema kerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya kepada wartawan.
Sudjatmiko menambahkan, meski lahir dari persoalan kemacetan di Bekasi, kebijakan ini dirancang untuk berlaku secara nasional.
Namun, tahap awal pelaksanaan akan difokuskan di kawasan Jabodetabek, wilayah dengan kepadatan lalu lintas yang nyaris tidak mengenal jam lengang.
“Kalau efektif, tentu akan diperluas ke daerah lain. Prinsipnya, kota jangan kalah oleh parkir liar dan pangkalan dadakan,” ujarnya.
Dengan rencana ini, DPR RI berharap jalanan kota kembali ke fungsi utamanya sebagai ruang publik yang tertib, bukan sekadar tempat menunggu orderan.
Jika terealisasi, shelter ojek online diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan, meningkatkan ketertiban lalu lintas, sekaligus memberi kenyamanan bagi masyarakat dan para pengemudi ojol tanpa harus mengorbankan satu lajur jalan lagi.***










