Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

Safari Ramadan IKA PMII Bekasi: Konsolidasi Alumni, Energi Baru untuk Kota!

×

Safari Ramadan IKA PMII Bekasi: Konsolidasi Alumni, Energi Baru untuk Kota!

Sebarkan artikel ini
Ika PMII Kota Bekasi
Ketua Umum IKA PMII Kota Bekasi, Benny Surya membuka kegiatan Iftar dan Safari Ramadan di Jatikramat Kecamatan Jatiasih, Jumat (27/2/2026).

METROBEKASI.CO.ID – Ramadan selalu punya cara menyatukan hati. Namun yang terjadi di kediaman Ahmad Tasori, akrab disapa Gus Coki, Wakil Ketua PC IKA PMII Kota Bekasi, bukan sekadar buka puasa bersama biasa. Di rumahnya yang beralamat di Jl. H. Gemin No.8 C, RT 001/RW 02, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, semangat konsolidasi dan arah baru gerakan alumni terasa begitu kuat.

Kegiatan Iftar dan Safari Ramadan yang digelar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kota Bekasi ini menjelma menjadi ruang temu gagasan. Bukan hanya temu kangen, tetapi temu pikiran dan temu arah.

Example 300x600

Hadir dalam kegiatan tersebut KH Abdul Syakur, Kasubag TU Kemenag Kota Bekasi, serta Sekretaris Camat Rawalumbu Ahmad Yudistira yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Cabang (MPC) IKA PMII Kota Bekasi. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa IKA PMII bukan sekadar organisasi nostalgia kampus, melainkan simpul strategis yang memiliki posisi dalam percaturan sosial dan kebijakan daerah.

BACA JUGA :  Mobil Terobos Lampu Merah BCP, Dua Pengendara Motor Terluka

Ketua IKA PMII Kota Bekasi, Benny Surya atau yang akrab disapa Bang Cole, dalam suasana santai namun penuh makna, mengapresiasi soliditas para alumni yang hadir. Menurutnya, Safari Ramadan bukan hanya tradisi tahunan, melainkan momentum merajut ulang benang silaturahim yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing.

“Iftar dan Safari Ramadan ini bukan hanya soal berbuka. Ini ruang diskusi, ruang menyatukan gagasan, dan ruang memperkuat komitmen kebangsaan serta keummatan,” ujar Bang Cole.

Pernyataan tersebut seakan menjadi penegas bahwa alumni PMII di Kota Bekasi ingin tampil bukan sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku perubahan. Diskusi ringan yang mengalir sebelum azan magrib berkumandang menyinggung banyak hal, mulai dari peran alumni dalam pembangunan daerah, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, hingga pentingnya menjaga etika politik di ruang publik.

BACA JUGA :  Lonjakan Penumpang Terminal Bekasi Masih “Santai”, Dishub Siagakan 150 Armada Hadapi Nataru

KH Abdul Syakur yang hadir sebagai tamu kehormatan memberikan pesan yang meneduhkan sekaligus menegaskan arah moral organisasi. Ia berharap IKA PMII menjadi ruang bersama, tempat lahirnya kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Organisasi alumni harus menjadi ruang kolaborasi, bukan sekadar simbol identitas. Di sinilah kekuatan silaturahim diuji, apakah melahirkan maslahat atau hanya berhenti pada seremoni,” pesannya.

Sementara itu, Gus Coki sebagai tuan rumah menekankan bahwa Ramadan adalah bulan bermunajat dan meluruskan niat. Ia berharap seluruh arah dan tujuan organisasi selalu berpijak pada nilai keikhlasan dan mendapat ridho Allah SWT.

“Momentum Ramadan ini saatnya kita bermunajat. Kita luruskan kembali niat perjuangan, agar organisasi ini berjalan dengan arah yang jelas dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Suasana hangat semakin terasa ketika waktu berbuka tiba. Ragam hidangan tersaji menggoda selera, kurma pilihan, nasi kebuli yang harum rempahnya menyeruak, aneka buah segar, ragam rebusan tradisional, kopi hangat, hingga menu pelengkap lainnya. Namun lebih dari sekadar sajian, kebersamaan itulah yang menjadi menu utama malam itu.

BACA JUGA :  Ratusan Warga Bekasi Utara Meriahkan Teluk Buyung Bershalawat

Gelak tawa, obrolan serius, hingga diskusi spontan tentang masa depan Kota Bekasi berbaur dalam satu meja panjang penuh keberkahan.

Kegiatan ini menjadi penanda bahwa IKA PMII Kota Bekasi sedang merawat energi kolektifnya. Di tengah dinamika sosial dan politik daerah, alumni PMII ingin memastikan bahwa nilai-nilai kaderisasi, keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas, tidak padam ditelan waktu.

Dari sebuah rumah di Jatikramat, sinyal itu dipancarkan: bahwa silaturahim bukan hanya tradisi, tetapi strategi. Bahwa Ramadan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga panggilan sosial. Dan bahwa alumni, jika bersatu dalam niat dan gagasan, bisa menjadi kekuatan sunyi yang berdampak besar bagi Kota Bekasi.***