BANTAR GEBANG – RW 06 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, membuktikan bahwa geliat kegiatan komunitas tidak pernah padam. Di bawah kepemimpinan Sugiman selaku Ketua RW 06, wilayah ini rutin menggelar tiga program unggulan yang berfokus pada kesejahteraan sosial dan pendidikan, menjadikannya contoh nyata bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut terpusat di Masjid Jami Al Barkah RW 06 Sumur Batu dan menjadi denyut nadi kerukunan warga.
Setiap hari Jumat, warga RW 06 bersatu dalam program “Giat Jumat Berkah.” Ini adalah aksi nyata kepedulian sosial yang dilaksanakan seminggu sekali.
”Jumat Berkah ini adalah wujud nyata gotong royong warga. Kami ingin setiap Jumat menjadi hari di mana kebaikan disebar dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di RW 06,” ujar Ketua RW Sugiman.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembagian kebutuhan pokok, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan rasa persatuan, dan membantu mereka yang membutuhkan.
Selain kegiatan sosial, RW 06 Sumur Batu juga menanamkan perhatian besar pada pendidikan anak-anak. Hal ini diwujudkan melalui dua kegiatan pendidikan rutin, yaitu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Giat TPQ dilaksanakan setiap sore hari, Senin hingga Jumat, di Masjid Jami Al Barkah. Program ini memastikan generasi muda memiliki bekal agama yang kuat sejak dini. Anak-anak dibimbing untuk membaca dan memahami Al-Qur’an, mengisi waktu sore mereka dengan kegiatan positif dan bermanfaat.
Berlangsung setiap pagi hari, Senin hingga Jumat. PAUD di RW 06 ini menjadi wadah edukasi pertama bagi balita, tempat mereka belajar sambil bermain, serta melatih motorik dan interaksi sosial sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Ketua RW Sugiman berharap, melalui serangkaian kegiatan rutin ini, RW 06 Sumur Batu tidak hanya dikenal karena kerukunan warganya, tetapi juga sebagai lingkungan yang peduli sosial dan maju dalam pendidikan.
”Kami ingin Masjid Jami Al Barkah menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga pusat pendidikan dan kemanusiaan. Ini adalah investasi kita untuk masa depan, baik dalam hal spiritual maupun intelektual anak-anak kita,” tutup Sugiman dengan penuh harap.***










