Mereka menciptakan lapangan kerja, menggerakkan roda perekonomian lokal, dan membuktikan bahwa santri mampu berinovasi dan berdaya saing di tengah ketatnya persaingan bisnis di perkotaan.
Santri di Dunia Digital dan Intelektual
“Jihad” santri kini juga merambah dunia digital. Santri Bekasi harus menjadi pionir dalam dakwah digital, menggunakan teknologi untuk menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Selain itu, semangat jihad ilmu mendorong santri untuk terus berprestasi di berbagai bidang keilmuan, baik agama maupun umum.
Banyak santri yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mengambil peran di sektor teknologi, pendidikan, dan berbagai bidang strategis lainnya.
Membangun Bekasi yang Religius dan Berdaya Saing
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Bekasi, yang dimeriahkan oleh ribuan santri, menjadi bukti nyata sinergi antara semangat pesantren dan kemajuan Kota Bekasi.
Di tengah pesatnya pembangunan fisik, peran santri sebagai pilar moral dan intelektual sangat dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.
Santri-santri Kota Bekasi hadir sebagai penjaga tradisi, pembaharu peradaban, dan kontributor utama dalam membangun masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan nasionalisme.
Kesimpulan
Pada Hari Santri Nasional 2025 ini, mari kita kenang kembali semangat Resolusi Jihad 1945 sebagai api perjuangan.
Namun, lebih dari itu, mari kita apresiasi dan dukung peran santri masa kini, khususnya di Kota Bekasi, yang melanjutkan estafet perjuangan dengan cara yang relevan.
Dari pesantren yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, lahir generasi santri yang siap menjadi garda terdepan dalam mengawal Indonesia menuju peradaban dunia, dimulai dari kontribusi nyata mereka di dunia politik, ekonomi, sosial, dan intelektual di kota tempat mereka tinggal.










