Santri di Arena Politik dan Pemerintahan
Di panggung politik, santri menunjukkan bahwa ilmu agama dan nilai-nilai moralitas yang ditanamkan di pesantren relevan dengan dinamika politik modern.
Banyak alumni pesantren di Bekasi yang kini menduduki posisi strategis di legislatif maupun eksekutif. Mereka membawa integritas, kearifan, dan visi moral yang menjadi bekal penting dalam merumuskan kebijakan publik.
Santri politisi di Kota Bekasi berkewajiban menjadi teladan dalam menjaga akal sehat politik, memastikan kebijakan yang lahir berpihak pada rakyat, serta memerangi korupsi dan ketidakadilan.
Santri sebagai Pilar Moral dan Pendidikan Karakter
Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang tak terbendung di kota besar seperti Kota Bekasi, peran santri sebagai penjaga moralitas semakin krusial.
Pesantren dan lembaga pendidikan yang dikelola santri menjadi benteng terakhir yang mengajarkan akhlak mulia dan keteguhan iman.
Pada peringatan Hari Santri 2025 yang diselenggarakan Pemkot Bekasi di Alun-Alun Kota Bekasi dan di selenggarakan juga oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits Kota Bekasi.
Sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Bekasi Sahabat Ifi Fataranifa, SE., M.Si menyampaikan bahwa santri adalah pilar moral dan energi pembangunan Kota Bekasi.
Tantangan santri masa kini bukan lagi mengusir penjajah, tapi mengisi kemerdekaan dengan karya, inovasi, dan kepemimpinan yang membawa kemakmuran bagi umat
Mereka menjadi agen yang menyebarkan nilai-nilai luhur, mengimbangi derasnya informasi negatif, dan menguatkan karakter generasi muda di Kota Bekasi.
Santri Penggerak Ekonomi Kreatif
Semangat kemandirian yang diajarkan di pesantren terwujud dalam kontribusi santri di sektor ekonomi. Banyak santri dan alumni di Kota Bekasi yang kini menjadi pengusaha kecil dan menengah (UKM), mengembangkan ekonomi kreatif berbasis komunitas.










