Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
OPINI

Rapat Kerja Rasa Rekreasi: K3S Kota Bekasi dan Ironi di Tengah Keterbatasan

×

Rapat Kerja Rasa Rekreasi: K3S Kota Bekasi dan Ironi di Tengah Keterbatasan

Sebarkan artikel ini
Dinas pendidikan kota Bekasi

METROBEKASI.CO.ID – Baru-baru ini, publik Kota Bekasi dihebohkan dengan kabar kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) yang memilih Yogyakarta sebagai lokasi rapat kerja tahunan mereka. Dalihnya adalah peningkatan mutu pendidikan dan penyusunan program kerja, namun postingan di media sosial menceritakan kisah yang berbeda: keceriaan outbound, makan bersama, dan suasana liburan yang kental.

Di satu sisi, kebutuhan akan penyegaran dan suasana baru dalam rapat kerja mungkin bisa dimengerti. Namun, di sisi lain, kegiatan ini mengiris hati nurani masyarakat, terutama para orang tua dan siswa di Kota Bekasi.

Example 300x600

Ironisnya, di saat siswa-siswi masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk larangan-larangan tertentu terkait kegiatan di luar sekolah akibat berbagai kebijakan, para pemangku kebijakan pendidikan justru mempertontonkan kemewahan perjalanan dinas yang menyerupai rekreasi.

BACA JUGA :  Ahmad Ali Pimpin "Perang" Bela Jokowi, Targetkan PSI Lolos Parlemen 2029

Pertanyaan Kunci: Anggaran dan Etika

Persoalan utama yang muncul bukanlah pada lokasi rapatnya, melainkan pada sumber anggaran dan etika para kepala sekolah sebagai pemimpin institusi pendidikan.

Pertanyaan kritis yang wajib dijawab oleh K3S dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi adalah: darimana dana untuk membiayai perjalanan ke Yogyakarta, penginapan, transportasi, dan aktivitas outbound tersebut?

BACA JUGA :  Kabid Pasar Disdagprin Kota Bekasi Umbar Janji: Revitalisasi Pasar Kranji Selesai 2028, Benarkah?

Jika sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ini berarti uang rakyat digunakan untuk kegiatan yang, secara tampilan, lebih mengutamakan aspek hiburan ketimbang substansi rapat kerja.

Prioritas anggaran pendidikan seharusnya lebih fokus pada perbaikan fasilitas sekolah yang masih minim, penyediaan media pembelajaran yang memadai, atau peningkatan kesejahteraan guru honorer yang masih jauh dari kata layak.

BACA JUGA :  Kawal Transparansi, Ketua DPRD Kota Bekasi Minta Seleksi Pimpinan Baznas Terbuka untuk Publik