Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
NASIONAL

Polemik PBNU Merembet ke Daerah, Warga NU Bekasi Resah Menanti Kepastian

×

Polemik PBNU Merembet ke Daerah, Warga NU Bekasi Resah Menanti Kepastian

Sebarkan artikel ini
foto gedung PBNU - foto Mahendra

metrobekasi.co.id Dinamika dan polemik yang bergulir di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) rupanya tidak berhenti di tingkat pusat. Gaungnya merambat hingga ke daerah, termasuk Kota Bekasi, dan mulai menimbulkan kegelisahan di kalangan warga Nahdliyin terutama di tingkat akar rumput yang selama ini justru menjadi tulang punggung keberlangsungan organisasi.

Perbedaan sikap dan tarik-menarik kepentingan di tingkat elit organisasi memunculkan kebingungan di kalangan jamaah.

Example 300x600

Warga NU di Bekasi menilai, polemik yang berkepanjangan berpotensi menggerus soliditas, mengaburkan arah perjuangan, serta mengganggu ritme kegiatan keagamaan dan sosial yang selama ini berjalan konsisten di tingkat bawah.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Tiba di New York, Siap Sampaikan Pidato Perdana di PBB sebagai Pemimpin Global South

“Di bawah ini kami fokus ngaji, sosial, dan dakwah. Kalau di atas gaduh terus, jamaah jadi bertanya-tanya,” ujar salah satu warga NU Bekasi yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Mustasyar PCNU Kota Bekasi, H. Sudjatmiko, menegaskan pentingnya penyelesaian polemik PBNU secara arif dan bermartabat. Pernyataan itu disampaikannya saat ditemui di sela kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Bangsa di Kota Bekasi, Sabtu (13/12/2025).

“Kami berharap polemik ini bisa diselesaikan dengan baik. Siapapun yang nantinya menjadi Ketua Umum PBNU, tentu harus kita dukung demi menjaga persatuan dan khidmat NU,” ujar Sudjatmiko.

BACA JUGA :  Menbud Luncurkan Buku Sejarah Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global

Menurutnya, NU sebagai organisasi besar dengan jutaan jamaah tidak boleh terjebak dalam konflik berkepanjangan yang justru menjauhkan dari khittah perjuangan.

Ia menekankan bahwa warga NU di daerah lebih membutuhkan ketenangan, kepastian arah, serta keteladanan dari para pemimpinnya di tingkat pusat.

Warga NU Bekasi berharap, PBNU mampu meredam polemik internal secara elegan, mengedepankan musyawarah dan kebijaksanaan, serta menghindari gesekan terbuka yang hanya menambah kebingungan jamaah.

BACA JUGA :  Dari Lempar Piring Hingga Pesta di Kuburan: 7 Tradisi Tahun Baru Terunik

Bagi mereka, NU bukan sekadar struktur organisasi, melainkan rumah besar yang harus dijaga marwah dan keharmonisannya dari pusat hingga ranting.

“NU besar karena warganya. Jangan sampai kegaduhan elit justru membuat yang di bawah lelah,” ujar seorang tokoh NU setempat.

Dengan harapan itu, warga Nahdliyin di Bekasi meminta agar PBNU segera menuntaskan persoalan internal, mengembalikan fokus pada pengabdian umat, serta memastikan NU tetap solid sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang menyejukkan, bukan membingungkan.***