METRO BEKASI – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi menghadapi krisis keuangan serius, ditandai dengan defisit anggaran dan utang puluhan miliar rupiah kepada pihak swasta. Kondisi ini diduga akibat belanja pegawai yang tidak terkendali dan potensi kebocoran pendapatan.
Salah satu temuan signifikan yang mencuat adalah keberadaan ribuan pelanggan air bersih di Perumahan Griya Asri Bahagia, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, yang disinyalir tidak terdaftar resmi dalam administrasi perusahaan. Situasi ini menciptakan potensi kerugian finansial yang besar bagi BUMD tersebut.
Praktik penarikan iuran dari pelanggan tanpa identitas resmi ini dilaporkan telah berlangsung sejak era mantan Direktur Utama Usep Rahman Salim. Seharusnya, anomali ini dapat diidentifikasi untuk menjerat para oknum yang menarik pungutan ilegal tersebut.
Berdasarkan penelusuran Metro Bekasi, para “pelanggan siluman” di Perumahan Griya Asri Bahagia membayar iuran mereka melalui PT Waraja Nusantara Indonesia. Perusahaan tersebut kemudian mengumpulkan dana dan menyerahkannya secara kolektif kepada oknum pegawai Perumda Tirta Bhagasasi.
Ironisnya, pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab memilih bungkam saat dikonfirmasi. Kepala Cabang Babelan enggan memberikan keterangan. Begitu pula dengan Direktur Teknik Rika Santika, yang seharusnya memahami aspek teknis operasional BUMD, juga memilih untuk tidak merespons.
Rika, yang dikabarkan memiliki hubungan kekeluargaan dengan Usep Rahman Salim, tidak memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.***










