JATISAMPURNA – Sebuah pabrik bakso di Jatisampurna, Kota Bekasi, dilaporkan kembali membuang limbah cairnya ke Kali Cikeas. Padahal, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi sudah mengambil tindakan terhadap kasus serupa dan menutup dua saluran limbah pabrik di Jatirangga pada Oktober 2023.
Kejadian ini menunjukkan lemahnya pengawasan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, terhadap sanksi yang telah diberikan yakni berupa penyegelan dan penutupan.
Berdasarkan penelusuran Metro Bekasi, terlihat aliran deras dari pipa pabrik bakso mengarah langsung ke Kali Cikeas. Air yang keluar dari pipa tersebut berwarna keruh, berbuih, dan mengeluarkan bau tak sedap, mencemari air sungai yang mengalir di wilayah tersebut.
Temuan ini kembali memicu keprihatinan masyarakat yang melintasi saat jogging petang hari di jalan komplek CBD Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi. Pasalnya pencemaran lingkungan akibat limbah industri tersebut mengeluarkan aroma tak sedap.
Warga melaporkan bahwa setelah ditelusuri ternyata limbah cair dari pabrik bakso CV. Warisan Matahari Makmur yang tepat diatas jalan komplek CBD Jatirangga itu, mengeluarkan aroma bau menyengat hingga perubahan ekosistem di Kali Cikeas.
“Kondisi ini sudah lama, bau busuknya muncul. Dulu sempat berhenti, tapi tidak lama balik seperti semula lagi, terutama saat sore dan malam hari,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Padahal dulu sudah ditutup oleh DLH Kota Bekasi, bahkan masih ada jejak digitalnya, tapi sekarang seperti beroperasi lagi secara diam-diam.
“Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup, dan Penegakan Hukum (PPKLHPH) DLH Kota Bekasi, Andy Frengky, mengklaim pihaknya sudah mengambil tindakan terhadap aktivitas pembuangan limbah ke Kali Cikeas.
“Sudah kita tutup salurannya,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (12/10/2025).
Kendati begitu, Andy memastikan pihaknya bakal melakukan pengecekan secara langsung ke lokasi, “Nanti kita cek ulang,” tutupnya. (lam)***










