METROBEKASI.CO.ID – Suasana senja di kawasan Perumnas 3, Bekasi Timur, Selasa (17/3/2026), terasa berbeda. Di kediaman Ketua Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kota Bekasi, Benny Surya, puluhan orang berkumpul dalam satu ikatan yang tak sekadar nostalgia, melainkan juga kepedulian.
Dalam balutan tema “Bangkit Bersama Menuju Kemenangan”, kegiatan iftar Ramadan atau buka bersama ini menjadi penutup rangkaian agenda Ramadan IKA PMII Kota Bekasi di Bekasi. Tak hanya berbagi hidangan, acara ini juga diiringi santunan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa, sebuah simbol bahwa kemenangan sejati lahir dari berbagi.
Sejak sore, para alumni lintas angkatan hingga kader aktif PMII mulai berdatangan. Mereka larut dalam suasana hangat penuh keakraban dalam agenda bertajuk Munajat Cinta Ramadan. Tawa, pelukan, dan doa bersatu, menghadirkan nuansa kekeluargaan yang begitu kuat.
Ketua pelaksana, Sadam, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang harus terus dijaga.
“Ramadan mengajarkan kita untuk kembali pada nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh kita, tetapi juga oleh adik-adik yatim dan saudara-saudara dhuafa. Ini bukan soal besar kecilnya santunan, tapi tentang ketulusan berbagi,” ujarnya dengan nada haru.
Sadam juga menambahkan, kehadiran para alumni dan kader aktif menjadi energi tersendiri untuk menjaga semangat pergerakan tetap hidup di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IKA PMII Kota Bekasi, Benny Surya, yang akrab disapa Bang Cole, menegaskan bahwa momentum Ramadan harus dimaknai sebagai titik kebangkitan, baik secara spiritual maupun sosial.
“Ramadan ini adalah ruang refleksi. Kita diajak untuk tidak hanya memperbaiki diri, tapi juga memperluas manfaat bagi sesama. Jika hari ini kita bisa berkumpul, berbagi, dan mendoakan, maka itulah kemenangan yang sesungguhnya,” tutur Benny dengan penuh makna.
Ia juga berharap, kebersamaan ini tidak berhenti pada momen seremonial, melainkan terus berlanjut dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
“IKA PMII harus menjadi rumah besar yang tidak hanya mengikat secara emosional, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang hadir saat masyarakat membutuhkan,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka, doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk. Wajah-wajah penuh harap dari anak-anak yatim dan dhuafa menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sederhana bisa hadir dari perhatian yang tulus.
Kegiatan semakin sempurna manakala Ustadz Ridwan Fajar memberikan tausiyah Ramadan menjelang adzan magrib.
Acara penuh khidmat ini pun ditutup dengan buka puasa bersama yang penuh kehangatan. Bagi para peserta, momen ini bukan sekadar pertemuan, melainkan penguat ikatan, bahwa dalam kebersamaan, selalu ada harapan untuk bangkit dan melangkah menuju kemenangan yang lebih bermakna. ***










