RAWALUMBU — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan kunjungan penuh empati ke Yayasan Galuh di Sepanjang Jaya, Rawalumbu tempat di mana ratusan warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjalani perawatan.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya hadir di baliho, tapi juga sesekali turun langsung, lengkap dengan senyum dan mikrofon.
“Pemerintah harus memastikan kehadirannya di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun. Tidak boleh ada satu pun warga yang merasa ditinggalkan,” ujar Tri dengan nada tegas dan pencahayaan sempurna.
Yayasan Galuh lebih dari 450 pasien ODGJ pernah dan sedang dirawat di sini dibina dengan kesabaran yang tidak bisa dicetak dari APBD.
Tenaga ahli dan relawan bekerja setiap hari menghadapi pasien yang kadang lupa nama sendiri, tapi justru sering lebih jujur daripada politisi.
Beberapa pasien bahkan telah sembuh dan kembali ke masyarakat, termasuk Abdurrahman Hidayat, alumni lima tahun yang kini sehat dan penuh semangat.
Di hadapan Wali Kota, ia bercerita tentang perjalanan panjangnya dari kegelapan mental menuju cahaya kesadaran tanpa bantuan press release.
“Harapan saya, masyarakat bisa memahami bahwa ODGJ bukanlah vonis seumur hidup. Mereka bisa sembuh dan kembali ke masyarakat,” kata Abdurrahman, lebih rasional dari sebagian debat DPR.
Menanggapi kisah inspiratif itu, Tri berjanji pemerintah akan terus hadir, memberikan pelayanan terbaik dan menghapus stigma negatif terhadap ODGJ.
Namun publik tahu, ubah mindset itu pekerjaan panjang apalagi di negara yang masih menertawakan orang stres tapi memuja akun motivasi palsu di TikTok.
“Sedikit demi sedikit kita harus ubah cara pandang masyarakat,” ujar Tri.
Tri menambahkan, pemerintah siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga sosial agar tidak ada yang tertinggal meski dalam praktiknya, seringkali yang tertinggal justru laporan pertanggungjawaban anggaran.
Dalam suasana hangat, Tri sempat mengajak salah satu warga binaan bernyanyi bersama lagu favoritnya.
Momen ini menandakan bahwa penyembuhan bisa lewat musik, bukan cuma lewat seminar.
Para staf tersenyum, wartawan menyalakan kamera, dan suasana terasa penuh keikhlasan setidaknya sampai berita ini terbit.
Setelah itu, Wali Kota meninjau ruangan-ruangan perawatan, memastikan semuanya tertata rapi dan siap difoto dari angle terbaik.***










