Ketergantungan Industri dan Tantangan Inovasi
Meskipun sektor jasa dan perdagangan menunjukkan tren positif, tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi Bekasi masih sangat bergantung pada sektor industri pengolahan.
Dalam opini yang diterbitkan media lokal pada April 2025, kontribusi sektor industri terhadap PDRB tahun 2024 masih dominan.
Hal ini menimbulkan tantangan besar. Ketika sektor industri besar menghadapi perlambatan atau pergeseran global, ekonomi Bekasi berpotensi terkena imbas negatif, seperti yang dikeluhkan oleh pelaku usaha pada pertengahan 2025.
Untuk menjadi kota jasa dan perdagangan yang tangguh, Bekasi perlu mengurangi ketergantungan pada sektor industri tradisional dan mendorong inovasi.
Pertumbuhan ekonomi berbasis pengalaman dan kreatif yang disebutkan oleh Disdagperin harus diwujudkan dalam program-program konkret yang melibatkan komunitas lokal, bukan sekadar jargon.
Inklusivitas dan Kesenjangan Sosial Ekonomi
Pertumbuhan pesat sektor jasa dan perdagangan, sering kali dibarengi oleh meningkatnya kesenjangan.
Pertumbuhan mal-mal besar, pusat ritel, dan hunian mewah tidak serta-merta meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat, terutama pelaku UMKM yang harus bersaing ketat.
Data inflasi dari BPS pada Juli 2025 yang dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan, bisa jadi merefleksikan daya beli yang masih terpusat pada segmen tertentu, sementara pelaku UMKM kecil masih berjuang dengan kenaikan harga bahan pokok.
Pertumbuhan yang inklusif, yang menguntungkan semua lapisan masyarakat, harus menjadi tujuan utama.










