Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
POLITIK

Ketua DPRD Bekasi Kritik Keras Kinerja Dinas BMSDA: Proyek Tanggul Medansatria Mandek Meski Dua Kali SPK Terbit

×

Ketua DPRD Bekasi Kritik Keras Kinerja Dinas BMSDA: Proyek Tanggul Medansatria Mandek Meski Dua Kali SPK Terbit

Sebarkan artikel ini
dprd kota bekasi
Ketua DPRD Kota Bekasi asal PKS, Sardi Effendi saat menggelar Reses III di wilayah Medansatria.

METROBEKASI.CO.ID – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Sardi secara khusus menyoroti minimnya penyerapan anggaran dinas tersebut, yang berimbas pada tertundanya sejumlah proyek vital, termasuk pembangunan tanggul di wilayah Medansatria.

Sardi menyayangkan mandeknya proyek tanggul yang sangat dibutuhkan warga di Medansatria. Padahal, menurutnya, dua Surat Perintah Kerja (SPK) untuk proyek tersebut telah diterbitkan. SPK pertama terbit pada Oktober 2025, dan SPK kedua menyusul pada November ini. Namun, hingga kini, pembangunan belum juga dimulai.

Example 300x600

“Sangat disayangkan, padahal SPK sudah dua kali terbit, tapi proyek tanggul di Medansatria tidak kunjung dilaksanakan. Dinas BMSDA harusnya bergerak cepat, apalagi ini menyangkut kebutuhan mendesak warga,” tegas Sardi.

BACA JUGA :  Ahmad Ali Pimpin "Perang" Bela Jokowi, Targetkan PSI Lolos Parlemen 2029

Menurut Ketua DPRD, lambatnya realisasi ini menunjukkan adanya masalah serius dalam manajemen internal dinas terkait, terutama dalam hal penyerapan anggaran. Ia khawatir, jika tidak segera dibenahi, penyerapan anggaran yang rendah akan menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat.

“Anggaran sudah dialokasikan. Jangan sampai anggaran ini tidak terserap hanya karena lambatnya kinerja dinas. Kami akan terus mengawal dan meminta penjelasan dari Dinas BMSDA,” kata Sardi.

BACA JUGA :  Jebakan Program "Bekasi Keren": Ketika Janji Manis Berubah Jadi Drama Birokrasi

Penundaan proyek tanggul ini menjadi isu sensitif bagi warga Medansatria yang sering menghadapi ancaman banjir saat musim hujan. Kekecewaan Sardi Effendi ini mencerminkan desakan publik agar pemerintah daerah lebih responsif dalam menuntaskan proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. (adv)***