METRO BEKASI – Berbagai elemen aktivis di Kota Bekasi yang tergabung dalam Aliansi Bocah Bekasi (ABB) melayangkan desakan keras agar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kota Bekasi, Dzikron, dicopot dari jabatannya.
Desakan ini muncul menyusul sikap Dzikron yang dinilai ngotot untuk tetap menggelar acara hiburan “Pestapora berbalut Festival Pesona Nusantara Bekasi Keren” di tengah bencana alam yang melanda masyarakat di Sumatera.
Sikap ngotot Dzikron tersebut disinyalir akibat hilangnya rasa empati terhadap korban bencana.Salah seorang aktivis ABB, Mandor Baya, secara tegas menyatakan bahwa seorang pejabat publik yang tidak memiliki empati dan nurani kemanusiaan tidak layak menduduki jabatannya.
“Pejabat yang tidak berempati dan tidak memiliki nurani harus segera mundur atau dicopot,” ujar Mandor Baya, menekankan pentingnya sensitivitas pimpinan daerah terhadap kondisi sosial masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Hal senada disampaikan oleh aktivis ABB lainnya, Juhartono. Ia menegaskan prinsip bahwa kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala bentuk pentas seni dan kebudayaan.
“Kemanusiaan di atas pentas seni dan kebudayaan. Tidak sepantasnya kita berhura-hura di saat saudara-saudara kita di Sumatera sedang berduka dan membutuhkan bantuan,” ungkap Juhartono.
Sebelumnya, desakan agar acara tersebut dibatalkan juga telah disampaikan oleh warga dan bahkan Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, yang meminta agar Pemkot Bekasi lebih peka di tengah duka nasional. Akibat tekanan publik, Pemerintah Kota Bekasi sempat dilaporkan menunda acara “Pesona Nusantara” tersebut.
Namun, desakan pencopotan Dzikron kembali menguat setelah muncul sinyalemen bahwa kepala dinas tersebut tetap bersikeras melangsungkan kegiatan yang dianggap tidak etis dalam suasana duka bencana Sumatera. Para aktivis ABB berharap Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengambil tindakan tegas terhadap bawahannya yang dianggap tidak mengindahkan rasa kemanusiaan.***










