Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
PEMERINTAHAN

Kabupaten Bekasi Bakal Punya Pusat Industri Alat Pertanian Modern

×

Kabupaten Bekasi Bakal Punya Pusat Industri Alat Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini
Kabupaten bekasi
GROUND BREAKING : Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendampingi Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan dan renovasi kawasan industri peralatan pertanian induk KUD Indonesia. Berlokasi di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat. (sumber bekasikab.go.id)

METROBEKASI.CO.ID – Kabupaten Bekasi bersiap menjadi pusat inovasi pertanian modern. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri peralatan pertanian Induk KUD di PT Shinta Group, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Selasa (4/11/2025).

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta jajaran pemerintah daerah dan pelaku industri.

Example 300x600

Wabup Asep mengapresiasi kolaborasi ini, menyebutnya sebagai langkah strategis untuk kemandirian pangan nasional. Ia berharap industri ini membawa dampak ekonomi langsung, seperti penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas hasil panen petani lokal.

BACA JUGA :  Dinkop dan UMKM Gencarkan Pembinaan PKL Nasi Uduk Khas Betawi

“Dengan adanya teknologi di sini, petani dapat merasakan kemudahan dan efisiensi yang lebih tinggi, tidak lagi menjemur hasil panen secara manual,” ujar Asep.

Selain produksi, kawasan ini juga dirancang sebagai pusat pelatihan teknologi pertanian.

Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa proyek 51 hektare ini adalah impian besar membangun kawasan industri terpadu. Ia menyebut ada tiga zona utama: pertanian, kelistrikan, dan air mineral; teknologi Artificial Intelligence (AI); serta pengembangan teknologi drone.

BACA JUGA :  Jurnalis Senior Jaenudin Ishaq Terpilih Jadi Ketua RT 07 Kayuringin, Siap Bebenah Administrasi dan Pelayanan Warga

“Kita ingin mandiri, tidak lagi bergantung pada impor. Setiap produk ditargetkan memiliki TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) antara 20 hingga 40 persen,” tegas Ferry.***