BANTAR GEBANG — Kegelapan malam di RT 04 RW 03 Kelurahan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi akhirnya resmi berakhir. Setelah sekian lama mengandalkan sinar rembulan dan lampu motor warga yang lewat, kini dua titik Penerangan Jalan Umum (PJU) baru berdiri tegak hasil dari janji Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, yang kali ini benar-benar “menyala, bukan hanya wacana”.
Jumat (10/10/2025), tim Dishub datang bukan untuk meninjau atau berfoto sambil menunjuk-nunjuk jalan tapi langsung kerja, pasang lampu. Ketua RW 03, Yandi, menyambut mereka seperti menyambut artis tamu di acara 17-an. “Kami sangat bersyukur, akhirnya janji Kadishub ditepati. Sekarang warga bisa jalan malam tanpa takut jatuh ke got,” ujarnya dengan wajah bersinar — seterang PJU baru di pojokan gang.
Sebelumnya, warga Cikiwul sempat hidup dalam “masa kegelapan administratif”. Jalanan gelap, tapi laporan warga terang benderang dikirim lewat berbagai saluran: dari surat resmi sampai chat grup WhatsApp dengan tagar #SaveCikiwul.
Kini perjuangan itu membuahkan hasil, dan dua lampu baru jadi simbol kemenangan kecil warga atas nasib mereka sendiri.
Bagi warga, ini bukan sekadar soal penerangan, tapi soal keadilan cahaya. “Selama ini kami cuma dapat sinar dari rumah tetangga yang pakai lampu LED 50 watt,” kata salah satu warga sambil tertawa. “Sekarang kami punya cahaya sendiri, tak perlu nebeng sinar orang lain.”
Sementara itu, Kadishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, lewat perwakilannya menegaskan bahwa pemasangan PJU ini bukan proyek pencitraan, tapi bagian dari pelayanan.
“Kami ingin seluruh warga Bekasi bisa merasakan manfaat fasilitas umum. Semoga lampu ini dirawat, jangan sampai baru seminggu sudah dijadikan gantungan spanduk,” ujarnya.
Tentu, keberhasilan ini menimbulkan harapan baru: mungkin setelah PJU, giliran jalan berlubang yang diterangi lampu akan ikut ditambal. Karena percuma juga terang, kalau yang terlihat cuma lubang dan genangan air.
Namun setidaknya, malam di Cikiwul kini tak lagi menyeramkan. Warga tak perlu lagi menebak bayangan: itu orang lewat, atau cuma tong sampah yang goyang. Dan untuk pertama kalinya, kata “terang” punya makna nyata bukan sekadar slogan pejabat.
“Dulu kami sering bilang, ‘semoga jalan kita diterangi oleh lampu-lampu harapan’. Sekarang benar-benar diterangi, walau cuma dua titik, tapi rasanya kayak punya masa depan,” celetuk seorang pemuda sambil ngopi di bawah tiang lampu baru.
Begitulah, dua tiang PJU di Cikiwul kini bukan sekadar alat penerangan, tapi tugu kemenangan kecil antara janji dan realisasi.
Dan siapa tahu, kalau semua janji pejabat bisa “menyala” seperti ini, Bekasi bukan cuma terang bisa jadi bersinar sampai ke hati rakyatnya.
Karena ternyata, di Kota Bekasi, janji pejabat yang benar-benar menyala itu… langka seperti lampu baru di Cikiwul.***










