BEKASI UTARA, METRO BEKASI – Ratusan santri mengikuti Jambore Nasional At-Taqwa (Jamtaqwa) 2025 di Bumi Perkemahan At-Taqwa, Bekasi, pada 20-22 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Santri Nasional.
Mengusung tema “Pramuka At-Taqwa Menjaga Persatuan, Merawat Alam”, kegiatan ini bertujuan membentuk santri yang mandiri, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
Ketua Yayasan At-Taqwa Cabang Teluk Pucung, Mahdi Soekarta, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya jambore sebagai wadah pembinaan mental dan spiritual.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Jamtaqwa sangat bermanfaat untuk mengasah potensi santri di luar ruang kelas,” ujar Mahdi.
Mahdi menambahkan, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar-cabang pondok pesantren dan melatih keterampilan penting seperti kepemimpinan serta kerja sama tim. Nilai-nilai ini menjadi bekal berharga bagi para santri untuk menghadapi tantangan masa depan.
Para santri tidak hanya mengikuti kegiatan fisik khas pramuka, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kompetisi edukatif. Lomba-lomba yang digelar, mulai dari pionering, sandi morse, hingga seni budaya dan ceramah keagamaan, dirancang untuk mengasah kecerdasan, ketangkasan, dan kreativitas mereka.
Salah seorang peserta, Keisha, mengungkapkan antusiasmenya, “Seru sekali bisa bertemu dengan teman-teman dari cabang lain. Saya jadi punya banyak teman baru dan belajar banyak, terutama soal kerja sama kelompok,” tuturnya.
Melalui interaksi dengan alam, para santri juga diajarkan untuk lebih menghargai lingkungan dan menumbuhkan rasa syukur. Kegiatan di alam terbuka ini melatih kemandirian dan kesederhanaan, dua karakter utama dalam pendidikan pesantren.
Partisipasi aktif dari pimpinan dan berbagai cabang yayasan menunjukkan komitmen Yayasan At-Taqwa dalam mencetak generasi muslim yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Jamtaqwa 2025 menegaskan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan holistik, yang tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga pada pengembangan karakter santri.
Penutupan jambore menjadi momentum bagi para santri untuk terus berprestasi dan mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.***










