JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai Sabtu, 1 November 2025. Penyesuaian ini membawa kabar kenaikan untuk produk diesel nonsubsidi, sementara harga jenis BBM bensin nonsubsidi seperti Pertamax series dan BBM bersubsidi seperti Pertalite serta Biosolar dipastikan tetap stabil di seluruh Indonesia.
Kenaikan harga terjadi pada produk Dexlite dan Pertamina Dex sebagai respons perusahaan terhadap fluktuasi harga minyak mentah global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Rincian Kenaikan Harga di Ibu KotaUntuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga BBM nonsubsidi jenis diesel mengalami kenaikan. Dexlite kini dijual dengan harga baru, begitu pula dengan Pertamina Dex. Rincian lengkap harga per 1 November 2025 dapat dilihat di https://inilah.com.
Faktor Global dan Stabilitas Subsidi
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga ini merupakan hasil evaluasi berkala yang mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Meski harga minyak dunia bergejolak, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi (Pertalite dan Biosolar) guna meringankan beban ekonomi masyarakat luas.
Sebagai perbandingan, penyedia BBM swasta lain seperti Shell dan BP juga terpantau melakukan penyesuaian harga pada produk BBM nonsubsidi mereka, seperti Shell Super (RON 92) dan BP 92, mengikuti tren pasar energi global.
Masyarakat diimbau untuk memantau harga BBM di provinsi masing-masing, karena terdapat perbedaan harga di setiap wilayah akibat adanya komponen biaya distribusi dan pajak daerah. Informasi terbaru dapat diakses melalui laman resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.***










