Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
POLITIK

Guncang Internal PKB: Ahmad Murodi Terdepak dari Kursi Ketua Fraksi, Alit Jamaludin Ambil Alih Kendali

×

Guncang Internal PKB: Ahmad Murodi Terdepak dari Kursi Ketua Fraksi, Alit Jamaludin Ambil Alih Kendali

Sebarkan artikel ini
Alit Jamaludin

METRO BEKASI – Dinamika politik di internal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi memanas setelah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mencopot Ahmad Murodi dari jabatan Ketua Fraksi. Penggantinya adalah Alit Jamaludin, politisi yang dikenal berprofil rendah namun mendapat kepercayaan penuh dari pengurus DPC.

Pergantian kepemimpinan fraksi ini, meski dikemas dalam narasi “penyegaran organisasi”, santer dikaitkan dengan rekam jejak kontroversial Murodi, termasuk dugaan keterlibatan dalam kasus penggelapan mobil yang sempat mencuat ke publik.

Example 300x600

Bukan Kejutan Biasa

Penunjukan Alit Jamaludin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kota Bekasi, sebetulnya bukan hal mengejutkan di mata internal partai. Sumber internal menyebutkan bahwa Alit sejak awal didapuk sebagai figur yang pantas memimpin fraksi. Namun, manuver politik tingkat tinggi yang dilancarkan Murodi, yang saat itu menjabat Bendahara DPC, berhasil mengamankan posisi ketua fraksi untuk dirinya sendiri di awal periode.

BACA JUGA :  Rizki Topananda: Kebijakan Sewa 72 Unit Mobil Listrik untuk Pejabat Pemkot Bekasi Tidak Urgen

Kini, skenario politik tersebut berbalik arah. Pencopotan Murodi dinilai sudah terencana matang oleh elit partai sejak lama. PKB, sebagai partai dengan akar kuat di kalangan Nahdliyyin, memilih menyelesaikan persoalan internal dengan pendekatan arif dan bijaksana, menghindari konflik terbuka yang bisa merusak citra partai di mata publik.

“Penyegaran” dan Harmonisasi

Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizki Topananda, mengonfirmasi perubahan struktur ini. Mengutip media lokal Bekasi, Rizki menjelaskan bahwa penetapan Alit Jamaludin sebagai ketua fraksi murni sebatas penyegaran organisasi.

BACA JUGA :  Antusiasme Warga Jakasetia Sambut Minyak Goreng Gratis dari BCA dan Cinta TV: Syarat Mudah, Bantuan Tepat Sasaran

“Penyegaran ini penting dilakukan demi mewujudkan cita-cita partai dan menjaga harmonisasi di tubuh fraksi serta DPC,” ujar Rizki. Ia juga memastikan keputusan ini telah melalui restu dan persetujuan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, menunjukkan soliditas keputusan dari level atas hingga bawah.

Manuver Politik dan Rekam Jejak Kontroversial

Di balik alasan penyegaran, isu mengenai perilaku Murodi menjadi sorotan utama. Berdasarkan sumber dari Metro Bekasi, Murodi dikenal sebagai politisi yang kurang bijaksana dalam berakselerasi dan menjaga kondusifitas internal partai.

BACA JUGA :  Daryanto, Anggota DPRD Golkar, Fokus Salurkan Pokir untuk Pembangunan Infrastruktur Kota Bekasi

Ia disebut kerap bermanuver menentang kebijakan DPC dan dinilai kurang komunikatif di internal fraksi saat menentukan arah kebijakan politik.

Selain persoalan etika politik internal, isu yang tidak kalah santer adalah perilaku Murodi di mata publik. Dia diduga terlibat dalam kasus penggelapan mobil, sebuah isu yang sempat ramai diberitakan beberapa media lokal. Persoalan-persoalan ini disinyalir menjadi akumulasi alasan bagi DPC PKB untuk mengambil langkah tegas mencopot jabatannya.

Dengan pergantian ini, DPC PKB Kota Bekasi berharap fraksi dapat berjalan lebih solid dan fokus pada kerja-kerja legislatif di bawah kepemimpinan baru Alit Jamaludin.***