METRO BEKASI – Berbagai elemen masyarakat Kota Bekasi mendesak penundaan Festival Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid 3 Tahun 2025 yang semula dijadwalkan pada 7 Desember. Desakan ini muncul sebagai respons atas bencana banjir besar yang melanda Sumatera, menimbulkan duka mendalam bagi ribuan warga.
Aktivis Barisan Muda Bekasi, Juhartono, menegaskan ketidakpantasan pemerintah daerah menggelar pesta di tengah penderitaan saudara sebangsa. Seruan ini mendapat tanggapan positif dari pihak terkait.
“Ribuan rakyat di Sumatera menangis. Jika Pemerintah Kota Bekasi tetap melaksanakan ini, kalian tidak berempati. Ingat, kemanusiaan di atas pentas seni,” tegas Juhartono.
Gayung bersambut, pemerintah dengan lapang dada menyampaikan pernyataan menunda kegiatan Festival PNBK Jilid 3 ini.
“Kita apresiasi respon dan empati pemerintah melalui Dinas Pariwisa karena membatalkan kegiatan ini. Mari bersama-sama membangun solidaritas untuk saudara yang tengah berduka,” tambah Juhartono.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Dzikron, melalui siaran resmi, menjelaskan bahwa keputusan menunda acara adalah wujud sikap empati Pemerintah Kota Bekasi terhadap musibah nasional. Langkah ini juga diambil untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di wilayah Bekasi.
“Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, kami memohon maaf dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku seni, peserta, dan masyarakat yang telah menantikan PNBK,” ujar Dzikron. Ia menekankan pentingnya mengedepankan kepedulian bersama dalam kondisi saat ini.
Jadwal baru PNBK akan diumumkan setelah situasi membaik dan seluruh unsur siap menyelenggarakan kegiatan dengan aman dan optimal.
Sebagai bentuk solidaritas nyata, Pemerintah Kota Bekasi mengajak warga berpartisipasi dalam penggalangan dana “Patriot Berbagi” untuk membantu korban bencana.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergotong royong membantu saudara kita,” tegasnya.***










