METROBEKASI.CO.ID – Perekonomian Indonesia di bulan November 2025 menunjukkan sinyal beragam, diwarnai optimisme pemerintah akan pertumbuhan tinggi di kuartal IV, namun tetap dibayangi kekhawatiran analis terkait pelemahan konsumsi rumah tangga dan inflasi pangan.
Pemerintah Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal IV Sentuh 5,7%
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,6 hingga 5,7 persen secara tahunan (yoy). Optimisme ini didorong oleh penguatan permintaan domestik, percepatan belanja fiskal pemerintah, dan dukungan dari ekspor nonmigas.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan diskon untuk memacu kembali konsumsi masyarakat di akhir tahun. Jika target ini tercapai, Purbaya bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh 6% pada tahun 2026.
Konsumsi Melemah dan Tekanan Inflasi Pangan Jadi Kekhawatiran
Di sisi lain, lembaga riset CELIOS (Center of Economic and Law Studies) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,7%, lebih rendah dari proyeksi pemerintah. Kekhawatiran utama terletak pada pelemahan konsumsi rumah tangga yang terlihat dari menurunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia.
Tekanan harga pangan, terutama kenaikan harga beras, menjadi salah satu kontributor kuat terhadap pelemahan daya beli masyarakat lapisan bawah.
Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat inflasi tahunan (yoy) pada Oktober 2025 sebesar 2,86 persen. LPEM FEB UI memproyeksikan inflasi November 2025 berpotensi naik hingga kisaran 2,72-2,86 persen (yoy) karena adanya tekanan musiman dan harga komoditas.
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan
Menyikapi dinamika ekonomi global dan domestik, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap sebesar 4,75%.
Keputusan ini diambil secara konsisten untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mengendalikan inflasi, dan memastikan Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar global.
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia berada di jalur yang menguat, namun perlu kewaspadaan ekstra terhadap tantangan domestik dan global untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.***










