Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
EKONOMI

Ekonomi Indonesia Menuju Akhir Tahun: Optimisme Pemerintah Hadapi Pelemahan Konsumsi

×

Ekonomi Indonesia Menuju Akhir Tahun: Optimisme Pemerintah Hadapi Pelemahan Konsumsi

Sebarkan artikel ini
menteri keuangan

METROBEKASI.CO.ID – Perekonomian Indonesia di bulan November 2025 menunjukkan sinyal beragam, diwarnai optimisme pemerintah akan pertumbuhan tinggi di kuartal IV, namun tetap dibayangi kekhawatiran analis terkait pelemahan konsumsi rumah tangga dan inflasi pangan.

Pemerintah Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal IV Sentuh 5,7%

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,6 hingga 5,7 persen secara tahunan (yoy). Optimisme ini didorong oleh penguatan permintaan domestik, percepatan belanja fiskal pemerintah, dan dukungan dari ekspor nonmigas.

Example 300x600

Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan diskon untuk memacu kembali konsumsi masyarakat di akhir tahun. Jika target ini tercapai, Purbaya bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh 6% pada tahun 2026.

BACA JUGA :  Dapat Anggaran Rp700 Juta, BKM Jakasetia Genjot Rutilahu dan Pembangunan Taman

Konsumsi Melemah dan Tekanan Inflasi Pangan Jadi Kekhawatiran

Di sisi lain, lembaga riset CELIOS (Center of Economic and Law Studies) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 4,7%, lebih rendah dari proyeksi pemerintah. Kekhawatiran utama terletak pada pelemahan konsumsi rumah tangga yang terlihat dari menurunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia.

BACA JUGA :  Proyek Drainase Mangkrak, Bahaya Longsor Ancam Warga

Tekanan harga pangan, terutama kenaikan harga beras, menjadi salah satu kontributor kuat terhadap pelemahan daya beli masyarakat lapisan bawah.

Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri mencatat inflasi tahunan (yoy) pada Oktober 2025 sebesar 2,86 persen. LPEM FEB UI memproyeksikan inflasi November 2025 berpotensi naik hingga kisaran 2,72-2,86 persen (yoy) karena adanya tekanan musiman dan harga komoditas.

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan

Menyikapi dinamika ekonomi global dan domestik, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 November 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate tetap sebesar 4,75%.

BACA JUGA :  PPPK MBG Tak Berlaku untuk Semua, BGN Tuai Sorotan di Tengah Masifnya Rekrutmen SPPG

Keputusan ini diambil secara konsisten untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mengendalikan inflasi, dan memastikan Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar global.

Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia berada di jalur yang menguat, namun perlu kewaspadaan ekstra terhadap tantangan domestik dan global untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.***