Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
EKONOMI

Dorong Ekonomi Lokal, Pemkot Bekasi Targetkan 80% Belanja Pemerintah untuk Produk Dalam Negeri

×

Dorong Ekonomi Lokal, Pemkot Bekasi Targetkan 80% Belanja Pemerintah untuk Produk Dalam Negeri

Sebarkan artikel ini
pemerintah kota bekasi
Gedung Plaza Pemkot Bekasi

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi serius menggenjot perekonomian lokal dengan mengutamakan produk dalam negeri. Melalui kegiatan “Business Matching Kota Bekasi 2025” yang digelar di Revo Mall Main Atrium pada 5-6 November 2025, Pemkot mempertemukan produsen lokal dengan pengguna barang dan jasa, terutama dari sektor pemerintahan.

Acara ini menjadi langkah konkret untuk memastikan setiap rupiah anggaran pemerintah memberikan dampak maksimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Adhianto mengingatkan bahwa tantangan ekonomi saat ini masih cukup besar, mulai dari daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, angka pengangguran yang perlu ditekan, hingga efisiensi anggaran yang harus terus dijaga.

BACA JUGA :  Ekonomi Bekasi Terus Bergerak Maju, Didukung Industri, UMKM, dan Inovasi Digital

“Setiap rupiah yang kita belanjakan harus punya nilai tambah yang jelas, yakni bisa menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru. Business Matching ini hadir untuk menjawab tantangan itu,” ujar Tri.

Tri menjelaskan, kegiatan Business Matching mempertemukan produsen lokal dengan pengguna barang dan jasa agar proses pengadaan menjadi lebih efisien, cepat, dan berdampak langsung terhadap perekonomian lokal.

Ia juga menyinggung data dari BPS dan Kementerian Perindustrian yang menunjukkan bahwa setiap belanja pemerintah sebesar Rp 400 triliun mampu membuka dua juta lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,8 persen.

BACA JUGA :  Musancab Serentak: PKB Kota Bekasi Genjot Regenerasi, Optimis Raih Kemenangan Berganda di Pemilu 2029

“Artinya, kalau pemerintah serius membeli produk dalam negeri, dampaknya luar biasa, ekonomi tumbuh, pengangguran menurun, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” lanjutnya.

Sebagai bentuk konkret keberpihakan terhadap produk nasional, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan minimal 80 persen belanja pemerintah diarahkan kepada produk dalam negeri bersertifikat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

Tri juga berpesan kepada seluruh pejabat pengadaan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi untuk terus menjaga integritas dan memprioritaskan produk dalam negeri dalam setiap proses belanja pemerintah.

BACA JUGA :  KABAR BOHONG! Perumda Tirta Patriot Membantah Tegas Isu Pengelolaan Limbah Tinja Menjadi Air Bersih

Sementara kepada pelaku usaha, ia mengajak untuk memanfaatkan momentum Business Matching ini guna menunjukkan bahwa produk lokal Bekasi memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

“Dunia bisnis hari ini bergerak sangat cepat. Yang bertahan bukan yang paling besar, tapi yang paling adaptif dan kolaboratif. Karena itu, Business Matching ini bukan hanya tempat untuk berdagang, tapi juga ruang untuk bertukar gagasan, berinovasi, dan membangun jejaring bisnis baru,” ujarnya.***