Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
NASIONAL

Dari Lempar Piring Hingga Pesta di Kuburan: 7 Tradisi Tahun Baru Terunik

×

Dari Lempar Piring Hingga Pesta di Kuburan: 7 Tradisi Tahun Baru Terunik

Sebarkan artikel ini
Perayaan tahun baru

METROBEKASI.CO.ID – Malam pergantian tahun selalu identik dengan kembang api, pesta, dan doa menyambut harapan baru. Namun di berbagai belahan dunia, Tahun Baru dirayakan dengan cara-cara unik yang sarat makna, bahkan terkadang terdengar tidak biasa bagi masyarakat Indonesia.

Tradisi ini diwariskan turun-temurun dan dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, hingga perlindungan dari hal buruk di tahun yang akan datang.

Example 300x600

Berikut sejumlah perayaan Tahun Baru paling unik dari berbagai negara di dunia.

Spanyol: Menelan 12 Anggur Penentu Keberuntungan

Di Spanyol, masyarakat merayakan detik-detik pergantian tahun dengan tradisi memakan 12 butir anggur tepat saat lonceng berbunyi tengah malam. Setiap anggur melambangkan satu bulan dalam setahun. Jika berhasil memakan semuanya tanpa tersedak, dipercaya tahun baru akan dipenuhi keberuntungan dan kebahagiaan.

Denmark: Melempar Piring demi Persahabatan

Alih-alih membersihkan rumah, warga Denmark justru melempar piring dan gelas ke depan pintu rumah teman atau kerabat pada malam Tahun Baru. Semakin banyak pecahan yang ditemukan di depan rumah, semakin banyak pula teman yang peduli. Tradisi ini menjadi simbol persahabatan dan hubungan sosial yang kuat.

BACA JUGA :  Kejagung Pulihkan Kerugian Negara Rp6,62 Triliun dan Rebut Kembali 893 Ribu Hektare Hutan

Jepang: Dentang Lonceng Penghapus Dosa

Di Jepang, Tahun Baru dirayakan dengan penuh khidmat melalui ritual Joya no Kane, yakni membunyikan lonceng kuil sebanyak 108 kali. Angka tersebut melambangkan hawa nafsu dan sifat buruk manusia. Setiap dentangan dipercaya menghapus satu sifat negatif agar masyarakat memasuki tahun baru dengan jiwa yang lebih bersih.

Brasil: Putih, Bunga, dan Harapan

Di Brasil, khususnya di Rio de Janeiro, warga mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol perdamaian dan awal yang suci. Mereka juga melempar bunga ke laut sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Laut Yemanjá, sembari memanjatkan doa dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Tiba di New York, Siap Sampaikan Pidato Perdana di PBB sebagai Pemimpin Global South

Skotlandia: Bola Api Penolak Bala

Di kota Stonehaven, Skotlandia, perayaan Tahun Baru dilakukan dengan mengayunkan bola api raksasa yang terbuat dari kawat dan bahan mudah terbakar. Bola api tersebut diarak keliling kota sebagai simbol pembersihan diri dan penolak nasib buruk sebelum memasuki tahun yang baru.

Filipina: Segala yang Bulat

Masyarakat Filipina percaya bahwa bentuk bulat melambangkan kemakmuran. Saat Tahun Baru, rumah-rumah dihiasi buah-buahan bulat, sementara warga mengenakan pakaian bermotif polkadot. Bahkan sebagian orang menyimpan koin di saku sebagai simbol rezeki yang terus mengalir.

Chili: Menyambut Tahun Baru di Pemakaman

Tradisi unik sekaligus haru terjadi di Chili, di mana sebagian warga merayakan Tahun Baru di pemakaman bersama keluarga yang telah meninggal. Mereka percaya momen ini mempererat ikatan antara yang hidup dan yang telah tiada, serta menjadi simbol kebersamaan lintas generasi.

BACA JUGA :  Hari Sumpah Pemuda ke-97: Ini Logo Resminya

Makna di Balik Keunikan

Meski caranya berbeda-beda, satu hal yang sama dari perayaan Tahun Baru di berbagai negara adalah harapan akan kehidupan yang lebih baik. Tradisi-tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa pergantian tahun bukan sekadar pesta, melainkan momen refleksi, kebersamaan, dan doa untuk masa depan.

Perayaan Tahun Baru, di mana pun berada, selalu menjadi cermin budaya dan nilai masyarakatnya. Dari yang penuh keriuhan hingga yang sarat makna spiritual, semuanya menunjukkan kekayaan tradisi dunia yang patut kita kenal dan hargai.***