BEKASI SELATAN – Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Jakasetia, Agus Subekti memaparkan anggaran yang dikelola pihaknya pada tahun 2025 sebesar Rp700 juta diperuntukan pembangunan taman lingkungan dan bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 25 unit.
Kepada Metro Bekasi, Agus membeberkan sumber anggaran berasal dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), SK Kumuh dan Kelurahan Jakasetia.
“Kalau diurai, dari Perkim 10 unit, kelurahan 10 unit, dan SK Kumuh 5 unit. Jumlahnya 25 unit rumah yang dibedah. Masing-masing rumah dapat anggaran Rp20 juta. Total Rp500 juta untuk program Rutilahu dan Rp200 juta untuk pembangunan taman lingkungan,” ungkap Agus, Senin (13/10/2025).
Mengenai penerima manfaat, kata Agus, mereka tidak mendapat uang secara tunai. Melainkan berbentuk rumah yang sudah dibedah.
“Mekanisme penganggarannya, dari BKM langsung transfer ke toko matrial. Jadi penerima manfaat gak dapat uang tunai. BKM sepenuhnya yang mengelola dan membayar tukang,” katanya.
Kendati begitu, Agus tidak menampik bahwa pihaknya melibatkan Ketua RW dalam pembelanjaan maupun pelaksanaan pembangunan.
“Untuk Rutilahu tahun ini ada lima RW yang mengusulkan. Mereka terlibat dalam teknis belanja dan pengerjaan. Yang penting secara administrasi pelaporan semua rapih,” ungkap Agus disela pengawasan realisasi bedah rumah di Gang Mawar RT001/ RW001.
Dari 25 unit yang dibangun, Agus mengaku belum semuanya selesai. Terutama anggaran yang bersumber dari Dinas Perkimtan, yang seharusnya rampung akhir Oktober sesuai kotrak kerja.
“Di Kampung Ceger ada satu rumah yang diusulkan RW 18 namun masih belum jelas apakah di bangun atau gak. Masalahnya yang diusulkan dengan rencana yang di bangun berbeda. Makanya kita minta pendampingan dari Faskel Perkimtan untuk mencari solusi, apakah bisa dialihkan atau tidak,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Fasilitator Kelurahan (Faskel) Perkimtan Kota Bekasi, Egi mengaku pengalihan titik rumah yang di bedah sangat rumit prosesnya. Apalagi masa kontrak kerja akhir Oktober, “Nanti coba diusulkan ke pimpinan, apakah bisa atau tidak usulan ini,” kataya.










