METROBEKASI.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi saat ini dinilai berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas. Kritik tajam ini dilontarkan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, yang menyebut bahwa eksekutif belum memiliki grand design atau cetak biru (blueprint) konkret untuk perkembangan daerah di masa depan.
Menurut Faisal, ketiadaan rencana induk ini menghambat kemajuan daerah dan optimalisasi potensi yang ada.
“Saya sudah seringkali mengusulkan kepada kepala daerah, bagaimana pemerintah hari ini itu memiliki grand design, mau seperti apa Kota Bekasi kedepannya,” kata Faisal.
Potensi PAD Terabaikan
Politisi asal Fraksi Golkar Solidaritas ini menyoroti banyaknya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergali maksimal. Sektor jasa perdagangan yang menjamur di Kota Bekasi, misalnya, bisa menjadi sumber pemasukan signifikan asalkan dikelola dengan blueprint yang matang.
“Pada saat kita memiliki blueprint secara utuh, tentu kita akan melihat potensi wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ciri Kota Modern yang Hilang
Faisal menekankan, ciri kota maju tidak hanya terlihat dari Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA), atau infrastruktur, tetapi wajib memiliki grand design yang mengintegrasikan seluruh elemen tersebut.
Tanpa cetak biru, pekerjaan rumah (PR) pemerintah terkait integrasi jalan, saluran, trotoar, hingga keindahan taman menjadi tambal sulam.
“Ini kan menjadi ciri-ciri kota yang modern juga, serta masuk ke dalam visi dan misi kepala daerah hari ini. Desain besar itu yang belum terlihat,” tukas Faisal, mendesak pemerintah segera menyusun rencana induk pembangunan yang terstruktur. (adv)***










