KOTA BEKASI — Banjir kiriman kembali merendam wilayah Bekasi Utara dan Bekasi Timur, Kamis (29/1/2026), menyusul hujan deras di kawasan hulu Bogor. Kelurahan Teluk Pucung menjadi salah satu titik terparah dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, memaksa puluhan warga mengungsi.
Data sementara mencatat 90 kepala keluarga (KK) dievakuasi ke Masjid Al-Khalir. Hingga pagi hari, air belum menunjukkan tanda surut dan masih berpotensi meningkat.
BPBD Kota Bekasi menyatakan banjir dipicu kenaikan debit Sungai Bekasi akibat kiriman dari hulu, diperparah keterbatasan daya tampung sungai dan drainase kawasan padat permukiman.
“Debit air dari hulu naik signifikan. Saat ini Sungai Bekasi dalam kondisi siaga dan warga di bantaran diminta waspada,” kata perwakilan BPBD Kota Bekasi.
Sementara itu, Pos Pantau P2C melaporkan status Sungai Bekasi berada di Siaga III, dengan hujan di wilayah Bogor masih terjadi.
Pemkot Bekasi mengakui banjir kiriman masih menjadi persoalan klasik yang belum sepenuhnya teratasi.
“Pengendalian banjir membutuhkan penanganan hulu-hilir dan pembenahan tata ruang secara menyeluruh. Ini tidak bisa ditangani parsial,” ujar pejabat Pemkot Bekasi.
Banjir berulang ini kembali memunculkan kritik terhadap alih fungsi lahan di kawasan hulu, lemahnya pengendalian tata ruang, serta minimnya normalisasi sungai yang berdampak langsung ke wilayah hilir seperti Bekasi.***










