METROBEKASI.CO.ID – Kota Bekasi semakin mengukuhkan identitasnya sebagai kota jasa dan perdagangan, seiring dengan pergeseran ekonomi yang terjadi.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024 dan 2025 menunjukkan sektor perdagangan besar dan eceran, serta jasa, menjadi kontributor signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian lokal.
Namun, di balik angka-angka statistik yang menjanjikan, terdapat beberapa catatan kritis yang perlu diurai agar transisi ekonomi ini tidak hanya menguntungkan segelintir pihak, tetapi juga berdampak inklusif bagi seluruh masyarakat.
PDRB Gemilang, Sektor Jasa Melesat
Laporan BPS Kota Bekasi untuk tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif, didukung oleh sektor perdagangan dan jasa.
Peningkatan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan, ritel, dan bisnis berbasis pengalaman, seperti yang disoroti oleh media pada awal 2025. Bekasi memang menjelma menjadi magnet bagi investasi ritel, didukung oleh populasi padat dan daya beli masyarakat yang tinggi.
Pada Agustus 2025, data BPS juga mencatat inflasi yang didorong oleh kelompok jasa, seperti perawatan pribadi dan perlindungan sosial.
Ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap layanan jasa di Bekasi terus meningkat, sebuah sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi berbasis jasa.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi juga memasukkan peningkatan sektor perdagangan, jasa, dan iklim usaha berbasis pengalaman (kreatif) dalam tujuan pembangunannya.










