Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

Warga Kampung Ceger Padati Masjid Baitussalam, Halaman Jadi Saf Salat Ied

×

Warga Kampung Ceger Padati Masjid Baitussalam, Halaman Jadi Saf Salat Ied

Sebarkan artikel ini
Warga Kampung Ceger
Semarak Hari Raya Idul Fitri 1447 H, ratusan warga Kampung Ceger padati halaman Masjid Baitussalam gelar shalat Ied.

METROBEKASI.CO.ID – Pagi itu, langit Bekasi seolah ikut bersaksi. Udara masih menyimpan sisa dingin malam, namun kehangatan justru datang dari langkah-langkah ratusan warga Kampung Ceger RT 04 dan 05 RW 18, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. Mereka berjalan beriringan, mengenakan pakaian terbaik, membawa satu tujuan yang sama: bersujud dalam kemenangan.

Masjid Baitussalam di kompleks Pondok Pesantren Al Fath Bekasi menjadi pusat pertemuan itu. Namun, pagi ini ada yang berbeda. Ruang dalam masjid tak lagi mampu menampung gelombang jamaah yang terus berdatangan. Tanpa komando, tanpa keluhan, hamparan sajadah meluas hingga ke halaman. Aspal dan tanah menjadi saksi, bahwa semangat beribadah tak pernah mengenal batas ruang.

Example 300x600

Di bawah langit terbuka, gema takbir mulai mengalun. Suara Dr. KH. Taufiq, MA mengalir lembut, namun menghunjam ke dalam dada. Setiap lafaz yang dilantunkan bukan sekadar suara, ia adalah getaran rindu, penyesalan, dan harapan yang berpadu. Beberapa jamaah tampak menunduk lebih dalam, sebagian lainnya menyeka air mata yang jatuh tanpa diminta.

BACA JUGA :  Gotong Royong Warga Sumurbatu: Pimpin K3, Lurah Nani Nariah Apresiasi Semangat Warga

Idul Fitri kali ini bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa. Ia menjadi ruang pertemuan batin, antara manusia dengan Tuhannya, dan antara manusia dengan sesamanya.

Ketika shalat dimulai, barisan saf tersusun rapi, bahkan hingga ke halaman. Tak ada perbedaan antara yang di dalam dan di luar. Semua menyatu dalam gerakan yang sama, dalam doa yang sama. Tanah yang dipijak, langit yang menaungi, semuanya menjadi bagian dari kekhusyukan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

BACA JUGA :  58 Dapur MBG di Bekasi Belum Kantongi Sertifikat Higienis, Bocah Sudah Kantongi Obat dari IGD

Khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ust Rahmat menambah kedalaman suasana. Dengan suara yang tenang namun tegas, ia mengajak jamaah untuk tidak meninggalkan nilai-nilai Ramadan begitu saja. Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu menjaga hati tetap bersih, bahkan setelah hari raya usai.

Di tengah suasana haru itu, Ust Cecep Sujana, Ketua DKM Masjid Baitussalam sekaligus Ketua Yayasan Al Fath, menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna. Ia mengapresiasi keguyuban warga selama Ramadan, tentang tarawih yang tak pernah sepi, tentang takjil yang dibagikan dengan tulus, dan tentang kebersamaan yang tumbuh tanpa pamrih.

BACA JUGA :  Pesta di Atas Tangisan Bencana Sumatera": Pemkot Bekasi Dikecam Warga Karena Ngotot Gelar "Pestapora"

“Masjid ini hidup karena kebersamaan kita,” ucapnya, sebelum kemudian menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin.

Pagi itu, tak ada sekat. Tak ada perbedaan. Yang ada hanya pelukan hangat, jabat tangan yang erat, dan mata yang saling menatap dengan ketulusan.

Di halaman Masjid Baitussalam, di antara sajadah yang terbentang hingga ke luar, Idul Fitri menemukan maknanya yang paling dalam: tentang manusia yang kembali, kepada fitrahnya, kepada sesamanya, dan kepada Tuhan yang tak pernah jauh.***