Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

Musrenbang Harapanmulya: Warga Bicara, Prioritas Pembangunan 2027 Disaring

×

Musrenbang Harapanmulya: Warga Bicara, Prioritas Pembangunan 2027 Disaring

Sebarkan artikel ini
Kelurahan Harapan mulya sebagai bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi Tahun 2027. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (9/1) - foto doc

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi kembali menggerakkan mesin perencanaan pembangunan dari level paling dasar kelurahan. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) digelar berjenjang, dimulai dari kelurahan, berlanjut ke kecamatan, hingga bermuara pada penetapan kebijakan di tingkat kota. Di titik awal inilah, harapan warga diuji apakah akan sekadar tercatat, atau benar-benar diwujudkan.

Sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi Tahun 2027, Kelurahan Harapanmulya, Kecamatan Medan Satria, menggelar Musrenbang pada Jumat (9/1) di Aula Kelurahan.

Example 300x600

Forum ini menjadi ruang resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus ajang “adu logika” antara kebutuhan warga dan keterbatasan anggaran.

BACA JUGA :  Perkuat Kamtibmas, Kapolsek Medan Satria Sambangi Ketua FORKKABI di Pondok Ungu

Musrenbang tingkat kelurahan diposisikan sebagai forum strategis yang mempertemukan perangkat kelurahan, perwakilan kecamatan, serta elemen masyarakat.

Berbagai usulan mengemuka, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penataan lingkungan, penguatan program sosial, hingga pemberdayaan masyarakat semuanya disesuaikan dengan kondisi riil wilayah Harapanmulya.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Camat Medan Satria, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kessos) Kecamatan Medan Satria Budi Setiadi, Lurah Harapanmulya Agung Adi Putra, serta tokoh masyarakat dan perwakilan warga setempat.

Mewakili Camat Medan Satria, Budi Setiadi menekankan bahwa pembangunan bukan sekadar daftar keinginan, melainkan proses yang menuntut skala prioritas dan perencanaan yang rasional.

BACA JUGA :  Jual Jambu Monyet, Nijan Ingin Generasi Muda Kenal Buah-buahan Asli Indonesia

“Pembangunan adalah wujud perubahan ke arah yang lebih baik. Namun, itu harus didasarkan pada skala prioritas dan perencanaan yang matang. Melalui Musrenbang ini, kami berharap usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci kualitas perencanaan. Tanpa keterlibatan warga, Musrenbang berpotensi hanya menjadi rutinitas administratif rapi di atas kertas, tetapi minim dampak di lapangan.

“Kalau masyarakat aktif menyampaikan kebutuhan, maka program yang direncanakan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

BACA JUGA :  Breaking News: Ruang Kerja Bupati Bekasi Disegel KPK, Aroma OTT Menguat

Musrenbang Kelurahan Harapanmulya diharapkan menghasilkan kesepakatan usulan prioritas pembangunan yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan, sebelum akhirnya diseleksi dan diputuskan di tingkat kota.

Proses berjenjang ini menjadi cermin komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk menghadirkan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan meski warga tetap berharap agar hasil musyawarah tidak berhenti sebagai notulen rapat semata.

Di forum inilah suara warga pertama kali diuji. Apakah akan menjadi program nyata, atau sekadar catatan yang menunggu giliran realisasi.***