Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

‘Gali Lubang Tutup Lubang’ di Tubuh BUMD: Bayar Hutang Transpatriot Bukan Prestasi, Melainkan Obral Aset Negara?

×

‘Gali Lubang Tutup Lubang’ di Tubuh BUMD: Bayar Hutang Transpatriot Bukan Prestasi, Melainkan Obral Aset Negara?

Sebarkan artikel ini
PT Mitra Patriot
Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Hendradjid Rahardja

METROBEKASI.CO.ID – Harapan publik melihat PT Mitra Patriot (Perseroda) bangkit melalui prestasi manajemen baru tampaknya harus terkubur. Alih-alih mencetak laba dari efisiensi operasional, pembayaran hutang sebesar Rp840 juta kepada PT DAMRI oleh Direktur baru PT Mitra Patriot, David Hendradjid Rahardja, ternyata bersumber dari hasil penjualan aset daerah.

Fakta mengejutkan ini terungkap dalam pertemuan dengan awak media pada Senin (5/1/2026) malam. David membeberkan bahwa dana yang digunakan untuk melunasi tunggakan ke PT DAMRI serta gaji mantan karyawan bukan berasal dari surplus perusahaan atau skema bisnis yang produktif, melainkan dari hasil penjualan 29 unit bus Transpatriot yang merupakan aset hibah dari Kementerian Perhubungan.

Example 300x600

Jual Aset Tanpa Libatkan DPRD

Langkah manajemen melakukan “cuci gudang” aset negara ini memicu pertanyaan kritis terkait tata kelola BUMD. David mengakui bahwa pihaknya sama sekali tidak meminta pendapat atau persetujuan dari DPRD Kota Bekasi dalam proses penjualan aset tersebut.

BACA JUGA :  Proyek Drainase "Siluman" di Aren Jaya Terbengkalai Hanya ada Papan Informasi Bertuliskan “Mohon Maaf”

Meski demikian, ia berkilah bahwa mekanisme yang ditempuh sudah sesuai aturan karena telah mengantongi izin dari Wali Kota Bekasi selaku Komisaris.

“Iya untuk hal tersebut terutama DPRD utamanya komisi III saya belum bisa bicara banyak, karena sampai hari ini saya menjabat, terus terang baru dan saya belum mendapatkan semacam aturan tertulis bahwa kalau mau jual bus harus izin dulu,” kata David.

“Karena terus terang saya belum dapat aturannya sampai sekarang, makanya saya tidak mau membahas masalah DPRD,” tegas David di hadapan media.

Lelang Swasta dan Nasib Hibah Kemenhub

Dari total 29 unit bus yang direncanakan dijual, David menyebutkan baru 9 unit yang laku terjual, sementara 1 unit lainnya masih menunggu proses pembayaran. Berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), harga jual per unit bus tersebut dibanderol di kisaran Rp170 juta.

BACA JUGA :  Gereja St. Arnoldus Jansen Siapkan Dua Misa Vigili Natal, Jemaat Diperkirakan Capai 6.500 Orang

Menariknya, David lebih memilih menggunakan jasa lelang milik pihak swasta (ASTRA) ketimbang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) milik pemerintah. Alasannya cukup pragmatis: efisiensi biaya.”Fee di Astra hanya 2,5 persen, lebih murah dibandingkan KPKNL yang mematok fee sebesar 3,5 persen,” tambahnya.

Diketahui, IBID-Balai Lelang Serasi (IBID) adalah perusahaan jasa lelang dari Grup Astra (di bawah naungan PT Serasi Auto Raya) yang telah berdiri sejak tahun 2007.

Bukan Prestasi, Tapi Ironi

Kebijakan menjual aset hibah demi menutupi hutang operasional ini dinilai sebagai langkah mundur dalam pengelolaan perusahaan plat merah. Jika aset yang ada terus dijual untuk menutupi borok keuangan masa lalu, lantas apa yang tersisa untuk masa depan transportasi publik di Kota Bekasi?

BACA JUGA :  Bekasi Membara: BMB Serbu Gedung DPRD, Bongkar Aroma Monopoli Proyek Rp70 Miliar hingga Skandal Limbah Bakso

Keputusan David Rahardja dan lampu hijau dari Wali Kota Bekasi untuk melepas aset tanpa melalui meja legislatif memperlihatkan potret buram manajemen BUMD yang lebih memilih jalan pintas “likuidasi aset” ketimbang melakukan inovasi bisnis yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi mengaku tidak mengetahui adanya penjualan aset bus oleh PT Mitra Patriot untuk menutupi hutang serta tunggakan gaji karyawan.

“Saya juga baru tahu dari media aset bus dijual. Pada waktunya juga kita sampaikan ke masyarakat terkait aset BUMD. Nanti DPRD akan membahas ini,” kata Sardi dikutip dari media online lokal Bekasi.***