Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
PERISTIWA

‘Rongsokan’ Berjalan DLH Kota Bekasi Terbalik di Depan Pakuwon Mall: Sampah Berserakan, Pengendara Bertumbangan!

×

‘Rongsokan’ Berjalan DLH Kota Bekasi Terbalik di Depan Pakuwon Mall: Sampah Berserakan, Pengendara Bertumbangan!

Sebarkan artikel ini
Dinas lingkungan hidup kota Bekasi
Truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Bekasi terbalik di ruas Jalan Ahmad Yani menuju Rawa Panjang, menyebabkan macet dan sejumlah motor terbalik akibat air lindih. Dok, Jumat (2/1/2026).

METROBEKASI.CO.ID – Sebuah truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Bekasi mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di ruas protokol Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, tepat di seberang Mall Pakuwon. Kejadian ini memicu kemarahan publik lantaran kondisi truk yang dinilai sudah tidak layak jalan namun tetap dipaksa beroperasi.

Kronologi dan Kondisi Armada yang Memprihatinkan

Peristiwa yang terjadi di kawasan RT.005/RW.001 Marga Jaya ini diduga kuat akibat kegagalan teknis pada armada. Sejumlah saksi mata dan pengendara yang melintas menyebut truk tersebut tampak seperti “rongsokan berjalan.” Karat terlihat di seluruh bodi, ban yang gundul, serta suara mesin yang tidak stabil sebelum akhirnya hilang kendali dan terguling.

Example 300x600

“Itu truk sudah seperti besi tua dipaksakan jalan. Tidak heran kalau terbalik, kondisinya saja sudah tidak layak disebut kendaraan dinas,” cetus salah satu warga di lokasi kejadian, Jumat (2/1/2026).

BACA JUGA :  Hak Jawab PT Taman Puri Indah Terkait Pemberitaan Eksekusi Lahan

Dampak Fatal: Bau Busuk hingga Tergelincirnya Pemotor

Akibat kecelakaan ini, muatan sampah yang menggunung tumpah ruah ke aspal, menutup sebagian besar badan jalan. Bau menyengat langsung menyerbak, mengganggu kenyamanan pengunjung pusat perbelanjaan dan warga sekitar.

Namun, dampak yang paling fatal adalah tumpahan air lindih (cairan sampah) yang sangat licin. Cairan hitam berbau busuk tersebut menyebar ke permukaan jalan, menyebabkan puluhan pengendara sepeda motor tergelincir dan terjatuh.”

BACA JUGA :  Tangis Emak-emak Pecah di Puri Asih Sejahtera: Eksekusi Tetap Berlanjut

Jalannya jadi sangat licin karena air sampah itu. Banyak motor yang jatuh karena tidak sempat mengerem. Ini benar-benar merugikan masyarakat,” ujar seorang pengemudi ojek daring yang menjadi korban kemacetan.

Kemacetan Panjang dan Kerugian Lingkungan

Hingga berita ini diturunkan, kemacetan panjang masih mengular dari arah Pekayon menuju Rawa Panjang Bekasi. Evakuasi berjalan lamban, sementara petugas kebersihan tampak kewalahan menyapu sisa-sisa limbah yang berserakan di jalanan. Tidak hanya merugikan secara materi akibat kemacetan, insiden ini juga mencemari lingkungan perkotaan yang seharusnya menjadi etalase kebersihan kota.

Kritik Pedas: Di Mana Anggaran Perawatan?

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Publik kini mempertanyakan transparansi anggaran perawatan armada sampah. Bagaimana mungkin kendaraan yang kondisinya menyerupai rongsokan tetap dibiarkan mengangkut beban berat di jalan protokol utama?

BACA JUGA :  Gurita Monopoli Proyek Building Management: Rp 70 Milyar Mengalir ke Perusahaan Sama?

Pemkot Bekasi dituntut untuk tidak hanya sekadar mengevakuasi sampah, tetapi juga melakukan audit total terhadap seluruh armada DLH. Jangan sampai keselamatan warga menjadi tumbal hanya karena kelalaian pemerintah dalam merawat fasilitas publik.

Pemerintah diminta segera memperbarui armada kebersihan dan memastikan standar kelayakan jalan (KIR) dipatuhi secara ketat, bukan sekadar formalitas di atas kertas. Bekasi butuh solusi nyata, bukan sekadar tumpukan sampah dan janji manis di tengah jalan protokol yang licin dan berbau busuk.***