METROBEKASI.CO.ID – Sebuah truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Bekasi mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di ruas protokol Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, tepat di seberang Mall Pakuwon. Kejadian ini memicu kemarahan publik lantaran kondisi truk yang dinilai sudah tidak layak jalan namun tetap dipaksa beroperasi.
Kronologi dan Kondisi Armada yang Memprihatinkan
Peristiwa yang terjadi di kawasan RT.005/RW.001 Marga Jaya ini diduga kuat akibat kegagalan teknis pada armada. Sejumlah saksi mata dan pengendara yang melintas menyebut truk tersebut tampak seperti “rongsokan berjalan.” Karat terlihat di seluruh bodi, ban yang gundul, serta suara mesin yang tidak stabil sebelum akhirnya hilang kendali dan terguling.
“Itu truk sudah seperti besi tua dipaksakan jalan. Tidak heran kalau terbalik, kondisinya saja sudah tidak layak disebut kendaraan dinas,” cetus salah satu warga di lokasi kejadian, Jumat (2/1/2026).
Dampak Fatal: Bau Busuk hingga Tergelincirnya Pemotor
Akibat kecelakaan ini, muatan sampah yang menggunung tumpah ruah ke aspal, menutup sebagian besar badan jalan. Bau menyengat langsung menyerbak, mengganggu kenyamanan pengunjung pusat perbelanjaan dan warga sekitar.
Namun, dampak yang paling fatal adalah tumpahan air lindih (cairan sampah) yang sangat licin. Cairan hitam berbau busuk tersebut menyebar ke permukaan jalan, menyebabkan puluhan pengendara sepeda motor tergelincir dan terjatuh.”
Jalannya jadi sangat licin karena air sampah itu. Banyak motor yang jatuh karena tidak sempat mengerem. Ini benar-benar merugikan masyarakat,” ujar seorang pengemudi ojek daring yang menjadi korban kemacetan.
Kemacetan Panjang dan Kerugian Lingkungan
Hingga berita ini diturunkan, kemacetan panjang masih mengular dari arah Pekayon menuju Rawa Panjang Bekasi. Evakuasi berjalan lamban, sementara petugas kebersihan tampak kewalahan menyapu sisa-sisa limbah yang berserakan di jalanan. Tidak hanya merugikan secara materi akibat kemacetan, insiden ini juga mencemari lingkungan perkotaan yang seharusnya menjadi etalase kebersihan kota.
Kritik Pedas: Di Mana Anggaran Perawatan?
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Publik kini mempertanyakan transparansi anggaran perawatan armada sampah. Bagaimana mungkin kendaraan yang kondisinya menyerupai rongsokan tetap dibiarkan mengangkut beban berat di jalan protokol utama?
Pemkot Bekasi dituntut untuk tidak hanya sekadar mengevakuasi sampah, tetapi juga melakukan audit total terhadap seluruh armada DLH. Jangan sampai keselamatan warga menjadi tumbal hanya karena kelalaian pemerintah dalam merawat fasilitas publik.
Pemerintah diminta segera memperbarui armada kebersihan dan memastikan standar kelayakan jalan (KIR) dipatuhi secara ketat, bukan sekadar formalitas di atas kertas. Bekasi butuh solusi nyata, bukan sekadar tumpukan sampah dan janji manis di tengah jalan protokol yang licin dan berbau busuk.***










