METROBEKASI.CO.ID — Hiruk-pikuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 belum sepenuhnya terasa di Terminal Bekasi hingga Selasa (23/12) pagi. Di tengah kekhawatiran publik soal potensi lonjakan penumpang, aktivitas di terminal terbesar di Kota Patriot itu masih berjalan relatif normal bahkan cenderung “adem ayem”.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mencatat, hingga pertengahan Desember, arus kedatangan dan keberangkatan penumpang belum menunjukkan lonjakan berarti. Kenaikan masih berada di kisaran 10 persen, angka yang dinilai jauh dari kategori padat merayap.
Kepala Terminal Bekasi, Robin, menyebut pemantauan dilakukan secara ketat dan berlapis. Petugas disiagakan di seluruh akses keluar-masuk terminal, dengan data pergerakan penumpang direkap setiap hari untuk memastikan kesiapan layanan transportasi umum.
“Kalau melihat data harian, belum ada lonjakan signifikan. Masih normal, kenaikannya sekitar 10 persen saja,” kata Robin, Selasa (23/12/2025).
Meski kondisi terminal belum memasuki fase “siaga merah”, Dishub Kota Bekasi memilih tak lengah. Sebanyak 150 unit armada telah disiapkan untuk melayani berbagai rute, baik Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Dalam Provinsi (ADP).
Armada ini disiapkan sebagai langkah antisipasi jika situasi berubah cepat karena urusan libur panjang, sering kali kejutan datang tanpa aba-aba.
Tak berhenti di situ, Dishub juga telah berkoordinasi dengan seluruh pengurus perusahaan otobus.
Armada cadangan disiagakan, siap “turun gunung” sewaktu-waktu jika penumpang tiba-tiba membludak.
“Kalau nanti ada kekurangan armada, pengurus bus sudah siap menurunkan kendaraan tambahan. Jadi tidak ada cerita penumpang terlantar,” ujar Robin.
Aspek keselamatan pun tak luput dari
perhatian. Dishub Kota Bekasi telah menggelar uji kelayakan kendaraan (ramp check) pada Rabu dan Kamis, 17–18 Desember 2025. Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan administrasi, guna memastikan armada benar-benar layak jalan bukan sekadar layak foto.
Dishub juga mengingatkan para pengurus armada agar tak hanya mengejar target angkut penumpang, tetapi tetap mengutamakan kualitas pelayanan dan keselamatan. Libur panjang, kata Robin, seharusnya menjadi momen nyaman bagi penumpang, bukan ajang uji nyali di jalan raya.
Adapun puncak arus penumpang diperkirakan baru akan terasa mulai Rabu, 23 Desember hingga Sabtu, 27 Desember 2025. Seiring prediksi tersebut, Dishub memastikan kesiapan teknis akan terus disesuaikan dengan dinamika di lapangan.
“Kami akan terus memantau dan melakukan penyesuaian. Prinsipnya, perjalanan masyarakat selama Nataru harus aman, nyaman, dan tertib,” pungkas Robin.
Dengan strategi antisipatif yang disiapkan sejak dini, Terminal Bekasi berharap Nataru 2025 dapat dilalui tanpa drama panjang cukup liburannya saja yang panjang, bukan antreannya.***










