Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

Kabid Pasar Disdagprin Kota Bekasi Umbar Janji: Revitalisasi Pasar Kranji Selesai 2028, Benarkah?

×

Kabid Pasar Disdagprin Kota Bekasi Umbar Janji: Revitalisasi Pasar Kranji Selesai 2028, Benarkah?

Sebarkan artikel ini
Juhasan Kabid Pasar Disdagprin Kota Bekasi - foto Mahendra

Metrobekasi.com — Kabid Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kota Bekasi, yang baru, Juhasan, tampil percaya diri dengan mengumbar janji besar revitalisasi Pasar Kranji akan selesai pada 2028.

Janji yang terdengar gagah itu seolah melompati kenyataan bahwa proyek revitalisasi yang sama telah terbengkalai selama enam tahun tanpa progres berarti.

Example 300x600

Pasar yang seharusnya menjadi denyut ekonomi warga justru telah berubah menjadi simbol kemacetan tata kelola, tarik-menarik kepentingan, dan minimnya akuntabilitas.

“Minimal target 2028 sudah harus terbangun pasar baru,” tegas Juhasan saat dikonfirmasi Metro Bekasi pada Kamis (11/12).

Janji itu bagi pedagang Pasar Kranji hanya angin surga atau lebih terdengar seperti kaset yang diputar ulang. Pedagang sudah biasa mendengar janji langsung setingkat kepala daerah, tapi nyatanya nol, pelaksanaan revitalisasi tetap jalan ditempat.

BACA JUGA :  Dugaan Penggelapan Dana Instalasi Air Perumahan Ningrat Cikarang Selatan, Perumda Tirta Bhagasasi Bungkam

Hingga akhir tahun ini, revitalisasi Pasar Kranji tidak menunjukkan tanda kehidupan, bahkan sekadar gerakan kecil yang dapat memberi harapan. Ribuan pedagang masih bertahan di lokasi penampungan sementara dengan kondisi yang jauh dari layak sebuah potret ketangguhan yang terpaksa, bukan pilihan.

Tidak berhenti di situ. Juhasan mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kota Bekasi kembali memperpanjang kerja sama pengelolaan Pasar Kranji oleh PT ABB, perusahaan yang justru selama bertahun-tahun gagal menunjukkan progres berarti.

BACA JUGA :  Seleksi Pimpinan BAZNAS Kota Bekasi Bobol, Pengurus Parpol Lolos, Ini Datanya!

Melalui adendum baru, pengelolaan diserahkan lagi kepada PT ABB, kini di bawah direktur baru, Rama Wardana.

“Ada adendum baru yang akan dikelola oleh PT ABB, dengan Pak Rama Wardana sebagai Direktur Baru PT ABB. Pengelolaan dilakukan untuk satu tahun ke depan,” ujar Juhasan, Kamis (11/12/2025).

Namun keputusan itu memunculkan tanda tanya besar, bagaimana mungkin perusahaan yang direksi sebelumnya tengah berhadapan dengan kasus hukum tetap dipercaya mengelola proyek besar yang masa lalunya penuh kegagalan? Apakah pergantian direktur otomatis menjamin bersihnya rekam jejak dan suksesnya pembangunan?

Lebih mengejutkan lagi, pembangunan fisik pasar tetap diserahkan kepada perusahaan yang sama dan target penyelesaiannya dimundurkan jauh hingga 2028.

BACA JUGA :  RSUD CAM Diterpa Isu Utang Rp70 Miliar, Direktur Tegas: “Bukan Mau Gulung Tikar, Ini Soal Tunda Bayar”

Pedagang harus kembali mengencangkan sabuk kesabaran mereka selama tiga tahun lagi, meski enam tahun sebelumnya pun telah menjadi catatan kelam yang sulit dilupakan.

Proyek menjadi monumen ketidakpastian sebuah bangunan yang belum pernah berdiri, tetapi sudah lama menjadi simbol kegagalan.

Di tengah proses hukum, pergantian direksi, dan perpanjangan kontrak yang tak henti-henti, Pasar Kranji tetap berada pada titik yang sama, diam, tak bergerak, dan menjadi beban bagi ribuan pedagang yang nasibnya terus digantungkan pada narasi optimisme yang tak kunjung berubah menjadi kenyataan.***