METRO BEKASI – Situasi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi memanas. Rentetan skandal hukum dan dugaan intervensi politik membuka jalan bagi suksesi kepemimpinan, dengan nama Daud Husin mencuat sebagai kandidat kuat Direktur Utama menggantikan Reza Lutfi.
Krisis di perusahaan air minum terbesar di Kabupaten Bekasi ini bermula dari penangkapan Ade Efendi Zarkasih, Direktur Usaha, oleh Mapolres Metro Bekasi Kabupaten. Insiden ini membongkar kotak pandora permasalahan internal yang sudah lama terpendam.
Jerat Hukum dan ‘ID Pelanggan Bodong’
Fokus publik kini tertuju pada pimpinan Perumda Tirta Bhagasasi, yang menghadapi laporan serius di Kejaksaan Negeri Cikarang terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana instalasi air di salah satu perumahan.
Tak hanya itu, perusahaan juga diguncang skandal korupsi sistemik. Praktik “ID Pelanggan bodong”di mana pelanggan membayar tanpa terdata resmi diduga telah merugikan keuangan perusahaan secara signifikan.
Aroma Politik dan Nepotisme
Di tengah pusaran masalah hukum, isu suksesi menjadi perbincangan hangat. Redaksi Metro Bekasi menerima informasi adanya skema terstruktur untuk saling sikut jabatan di lingkungan perusahaan. Dugaan intervensi politik dan isu nepotisme menjadi sorotan dalam proses internal Perumda Tirta Bhagasasi.
Titik Klimaks Perebutan Kuasa
Rangkaian peristiwa ini mengindikasikan adanya dinamika internal yang mencapai titik krusial. Publik menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari Perumda Tirta Bhagasasi. Mengingat vitalnya peran perusahaan dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat, stabilitas manajemen yang bersih dari intervensi politik dan praktik korupsi adalah keharusan.
Redaksi Metro Bekasi berkomitmen untuk terus menggali informasi terkait kasus hukum dan dinamika internal perusahaan secara komprehensif, menyajikan berita secara aktual dan berimbang.***










