METROBEKASI.CO.ID – Di tengah gempuran cuaca panas ekstrem yang sering melanda wilayah Bekasi, jasa servis pendingin ruangan (AC) menjadi kebutuhan vital. Di balik setiap hembusan udara sejuk dari AC yang baru diservis, ada kisah perjuangan Bang Mulyadi, pemilik usaha “Raisya Teknik AC”, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk dunia per-AC-an sejak tahun 2009.
Berawal dari menjadi kenek sang paman, Mulyadi muda belajar seluk beluk mesin pendingin dari nol. Pengalaman ini menjadi bekal berharga sebelum ia sempat menjajal peruntungan sebagai tenaga mekanik maintenance di Pelindo Tanjung Priok. Namun, realitas ekonomi memaksanya berpikir ulang, gaji yang dirasa belum mencukupi untuk menopang kebutuhan hidup membuatnya mengambil langkah berani.
Ketika pandemi COVID-19 melanda dan banyak orang terpaksa berdiam di rumah, Mulyadi justru melihat peluang. Sejak awal pandemi, ia memantapkan hati untuk merintis usaha jasa servis AC panggilan secara mandiri, dari rumah ke rumah.
Raisya Teknik AC: Solusi Murah dan Edukasi
Di bawah bendera Raisya Teknik AC, Mulyadi menawarkan jasanya dengan harga yang ramah di kantong pelanggan. Beroperasi dari kediamannya di Cikunir, Jakamulya, Bekasi Selatan, Mulyadi tidak hanya datang untuk memperbaiki kerusakan, tetapi juga membawa misi edukasi. Ditemani keponakannya, ia sering terlihat memberikan nasihat berharga kepada para pelanggan setianya.
“Jangan menunggu tagihan listrik naik, AC gak dingin baru panggil jasa,” pesan Mulyadi berulang kali kepada pelanggan. “Sebaiknya dilakukan secara rutin dibersihkan persekian bulan.”
Nasihat ini bukan tanpa alasan. Perawatan rutin, menurutnya, jauh lebih hemat biaya dan mencegah kerusakan fatal ketimbang melakukan perbaikan saat kondisi AC sudah parah.
Musim Panas, Panen Orderan
Aktivitas harian Mulyadi sangat dipengaruhi oleh cuaca. Saat musim panas tiba, ia bisa melayani 3 sampai 5 rumah pelanggan setiap harinya, seringkali kewalahan (keteteran) saking banyaknya permintaan. Sebaliknya, ketika musim hujan atau cuaca sedang sejuk, panggilan servis menjadi jarang. Dinamika ini telah menjadi irama kehidupannya selama bertahun-tahun.
Kisah Bang Mulyadi adalah cerminan semangat kewirausahaan, di mana keahlian, ketekunan, dan pelayanan jujur menjadi modal utama. Di balik keringat yang mengucur saat memperbaiki mesin di tengah terik matahari, ada kepuasan tersendiri ketika melihat pelanggan dapat menikmati kembali kesejukan di rumah mereka. Ia tidak hanya menjual jasa, ia menjual solusi dan ketenangan.***










