METROBEKASI.CO.ID – Di tengah hiruk pikuk Kelurahan Jakasetia, terdapat sebuah pangkas rambut sederhana yang tak pernah sepi dari antrean pelanggan setia. Namanya Pangkas Rambut Man’dez, usaha milik Bang Man, sapaan akrab pemiliknya, yang telah bertahun-tahun melayani warga sekitar dengan ketulusan hati.
Berlokasi strategis di Jl. RH. Umar, RT 04 RW 18, Jakasetia, persis di sebelah Toko Kue Sempulur yang legendaris, Man’dez telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan warga Jakasetia dan wilayah sekitarnya.
Harga Terjangkau, Pelayanan Maksimal
Salah satu kunci popularitas Man’dez adalah harganya yang sangat terjangkau, berbanding lurus dengan kualitas pelayanan prima yang diberikan. Bang Man dan timnya melayani setiap pelanggan dengan sepenuh hati, memastikan setiap kepala yang datang keluar dengan potongan rambut rapi dan senyum puas.
Tak heran jika pangkas rambut ini selalu ramai, terutama saat akhir pekan atau hari libur. Pemandangan antrean pelanggan yang sabar menunggu giliran sudah menjadi hal lumrah di sini, menunjukkan tingkat kepercayaan dan loyalitas pelanggan yang tinggi terhadap jasa Bang Man.
Dari Bocah Cilik Hingga Dewasa: Bukti Kesetiaan Pelanggan
Kesetiaan pelanggan Man’dez juga terlihat dari beragamnya usia mereka. Salah satu contoh nyata adalah Haikal, bocah asal Kampung Ceger yang kini berusia 10 tahun. Haikal telah menjadi pelanggan setia Man’dez sejak usianya baru menginjak 2 tahun. Konsistensi Haikal, dari masa balita hingga kini beranjak remaja, menjadi bukti nyata kualitas dan kenyamanan pelayanan yang ditawarkan Bang Man.
“Bang Man sudah seperti keluarga bagi kami. Potongannya selalu pas, orangnya ramah, dan harganya sangat bersahabat,” ujar salah satu orang tua pelanggan setia lainnya.
Bagi warga Jakasetia dan sekitarnya yang mencari tempat pangkas rambut berkualitas dengan sentuhan personal dan harga bersahabat, Pangkas Rambut Man’dez milik Bang Man adalah jawabannya. Tempat ini bukan sekadar tempat potong rambut biasa, melainkan sebuah simpul komunitas di mana pelayanan tulus berpadu dengan tradisi lokal yang hangat.***










