METROBEKASI.CO.ID – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Sardi secara khusus menyoroti minimnya penyerapan anggaran dinas tersebut, yang berimbas pada tertundanya sejumlah proyek vital, termasuk pembangunan tanggul di wilayah Medansatria.
Sardi menyayangkan mandeknya proyek tanggul yang sangat dibutuhkan warga di Medansatria. Padahal, menurutnya, dua Surat Perintah Kerja (SPK) untuk proyek tersebut telah diterbitkan. SPK pertama terbit pada Oktober 2025, dan SPK kedua menyusul pada November ini. Namun, hingga kini, pembangunan belum juga dimulai.
“Sangat disayangkan, padahal SPK sudah dua kali terbit, tapi proyek tanggul di Medansatria tidak kunjung dilaksanakan. Dinas BMSDA harusnya bergerak cepat, apalagi ini menyangkut kebutuhan mendesak warga,” tegas Sardi.
Menurut Ketua DPRD, lambatnya realisasi ini menunjukkan adanya masalah serius dalam manajemen internal dinas terkait, terutama dalam hal penyerapan anggaran. Ia khawatir, jika tidak segera dibenahi, penyerapan anggaran yang rendah akan menghambat pembangunan dan merugikan masyarakat.
“Anggaran sudah dialokasikan. Jangan sampai anggaran ini tidak terserap hanya karena lambatnya kinerja dinas. Kami akan terus mengawal dan meminta penjelasan dari Dinas BMSDA,” kata Sardi.
Penundaan proyek tanggul ini menjadi isu sensitif bagi warga Medansatria yang sering menghadapi ancaman banjir saat musim hujan. Kekecewaan Sardi Effendi ini mencerminkan desakan publik agar pemerintah daerah lebih responsif dalam menuntaskan proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. (adv)***










