Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
banner 970x250
METROPOLITAN

LSPN Ancam Gelar Aksi Massa, Desak Kadisdik Copot Kepala Sekolah yang Berwisata Berbalut Raker di Jam Kerja

×

LSPN Ancam Gelar Aksi Massa, Desak Kadisdik Copot Kepala Sekolah yang Berwisata Berbalut Raker di Jam Kerja

Sebarkan artikel ini
Disdik Kota Bekasi
kantor Dinas Pendidikan

KOTA BEKASI – Lembaga Sosial Pemuda Nusantara (LSPN) meluapkan kekesalannya atas skandal kegiatan wisata yang dikemas dalam bentuk rapat kerja kelompok kerja kepala sekolah (K3S) di luar daerah. LSPN mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencopot seluruh kepala sekolah yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ketua LSPN, Samsul Bahri, mengungkapkan kegeramannya. Menurutnya, kegiatan itu sangat tidak etis karena dilaksanakan di saat jam kerja, tanpa ada izin resmi dari Dinas Pendidikan, dan di tengah seruan pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran perjalanan dinas.

Example 300x600

“Ini jelas-jelas skandal. Di saat pemerintah menggaungkan efisiensi anggaran, para kepala sekolah ini malah asik berwisata ke luar daerah dengan dalih raker. Yang lebih parah lagi, kegiatan ini dilakukan saat jam kerja dan tanpa izin dinas,” ujar Samsul Bahri kepada awak media, Senin (3/11/2025).

BACA JUGA :  Tegas! Timsel Calon Pimpinan Baznas Pastikan Nama Peserta Terdeteksi Pengurus Parpol Gugur Otomatis
Baca: Modus “Raker” di Luar Kota: K3S Se-Bekasi Kompak Plesiran Berjamaah?

Samsul menegaskan bahwa berbagai media sudah mempublikasikan skandal ini secara luas, sehingga pihaknya merasa perlu bertindak. LSPN memastikan akan melakukan aksi demonstrasi di tiga lokasi berbeda, yakni di depan kantor Dinas Pendidikan, kantor Pemerintah Kota Bekasi, dan Kejaksaan Negeri Bekasi.

BACA JUGA :  Gurita Monopoli Proyek Building Management: Rp 70 Milyar Mengalir ke Perusahaan Sama?

“Kami tidak main-main. Kami pastikan akan turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi di Disdik, Pemkot, dan Kejaksaan. Kami ingin kepala dinas pendidikan bersikap tegas, copot mereka semua yang terlibat. Kami juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penggunaan anggaran dalam kegiatan ini,” tegas Samsul.

Pihak LSPN berharap aksi massa ini dapat membuka mata pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah tersebut.***

BACA JUGA :  Ratusan Bank Sampah Mandek, Anggaran Besar Dinilai Tak Tepat Sasaran